Showing posts with label lagi galau. Show all posts
Showing posts with label lagi galau. Show all posts

Rindu

Belakangan ini entah kenapa gue jadi orang yang puitis.

Jangan ketawa.

Seriusan. Akhir-akhir ini gue lagi sering baca-baca sastra lama gitu seperti karangan-karangan pusinya Chairil Anwar, Sapardi Djoko Darmono, Goenawan Muhammad. Wah gila sih. Karyanya bikin gue meleleh. Gue heran sama karya-karya puisi mereka. Puisi mereka memilik makna yang dalam. Ya, gak kaya gue. Gue bikin puisi mentok-mentok paling ngomongin soal Banci. Naluri memang tidak bisa dibohongi.

Ehm. Sori.

Gue juga udah sebulan ini baca-baca bukunya Sapardi Djoko Darmono "Hujan Bulan Juni" dan Seno Gumira Ajidarma "Sepotong Senja Untuk Pacarku". Ahhhhhh GILAAA. Majasnya bagus-bagus banget. Penganalogian dan diksinya udah tingkat Olimpiade! Kalo diungkapin pake bahasa Inggris itu udah peri-peri owsom

Ya gitu deh pokoknya gue jadi makin jatuh cinta sama sastra. Gara-gara baca buku kayak gini gue malah jadi sering-sering post kata-kata bijak gitu di Instagram. Hahaha.

Sebenernya hari ini gue lagi pingin ngebahas tentang puisinya pak Subagio Sastrowardoyo. Judulnya 'Rindu'. Jujur, puisinya benar-benar lagi tepat banget sama perasaan gue sekarang. Gue sedang banyak merindu. Gue merindukan masa-masa saat gue masih duduk di bangku SMP. Gue meridukan suasana-suasana saat gue masih kelas 9. Ketika gue sedang enak-enaknya menulis, senang-senangnya main sama sahabat-sahabat gue, dan....

Gue merindukan dia. Cewek yang gue sukai semenjak gue melepas si Mercy.

Rindu
Subagio Sastrowardoyo

Rumah kosong
Sudah lama ingin dihuni
Adalah teman bicara; Siapa saja atau apa
Jendela, kursi
atau bunga di meja
Sunyi, menyayat seperti belati
Meminta darah yang mengalir dari mimpi

Puisi diatas, really hits me. Jujur, si Cewek ini udah gue suka hampir 4 tahun dan begonya sampai sekarang gue gak tau gimana cara mengungkapkannya. Selama ini gue hanya menyukai dia dari jauh, mengamatinya, dan mencintainya sebatas punggung. Si Cewek ini juga sempat menjadi alasan mengapa gue melepas si Mercy ini. Gue gak tau lagi harus gimana. Dia sekarang sudah sangat jauh. Sangat-sangat-sangat jauh.

Gue kesulitan menggapainya.

Gue udah berusaha untuk melupakan dia. Mencari wanita-wanita lain yang bisa menggantikan dia. Tapi tetep aja. Ibarat mencari sebuah sepatu di Yogya Plaza. Sampai saat ini, gue belum bisa menemukan yang 'pas'.

Dan gilanya, puisi ini bisa menggambarkan apa yang sekarang rasakan. Ya, begitu. Gue itu kayak sendirian di rumah kosong yang sunyi. Mencari-cari teman bicara, tapi hanya ada jendela, kursi dan bunga di meja yang hanya bisa membisu. Menyaksikan gue yang sedang menunggu 'dia'. Si Cewek yang sudah mengisi hati gue selama 4 tahun ini. Sayangnya, sampai saat ini dia tak pernah datang dan perlahan, sunyi mulai menyayat seperti belati.

Rasanya, benar-benar sakit.

Tapi jujur gue juga gak sengaja bisa kenal sama Cewek ini. Gue bertemu dia dengan keajaiban dan keinginan semesta yang Tuhan berikan. Hanya berawal dari liat ask.fm-nya, lalu shalat zuhur, berdoa iseng-iseng minta dikenalkan Tuhan dengan dia dan besoknya tiba-tiba udah kenal. 

Gue gak tahu cinta bisa sesimpel itu.

Gue tau, ini kesannya seperti mengada-ngada. Tapi ya memang seperti itu adanya, gue aja malah aneh bisa ketemu dia. Wong, cuma iseng to? Minta dikenalkan saja oleh Tuhan. Ajaibnya doa gue langsung terkabul. Aneh.


Musikalisasi oleh Banda Neira :


Jujur, ketika gue sudah melepas Mercy dan mulai yakin untuk menyukai dia gue sempat bertanya kepada diri gue sendiri. Apa benar dia yang selama ini gue cari? dan Apakah dia akan menjadi bagian dari sisa hidup gue atau dia hanya akan menjadi sebuah bab yang akan gue tulis di dalam sebuah buku yang bukan lain seperti Mercy?

Banyak orang bilang cara terbaik untuk melupakan seorang wanita adalah menulisnya kedalam sebuah buku. Sekarang, gue sedang menulis sebuah buku tentangnya dan untuk menulis sepatah kata pun rasanya sangat berat.

Dan...

Sementara itu...

Rindu ini menyayat hati gue semakin dalam.

Botak deh gue...

Yak.

Hari ini hari gue berjalan dengan kampret.

Pertama

Hari ini gue jadi botak. Iya, botak. KENAPA LO ADA MASALAH, HAH?!

Ehm. Sorry ya, gue lagi PMS. T*t*t gue lagi berdarah.

Jadi gini, gue sempet cerita disini bahwa gue memimpin acara Open House RPL SMKN 1 Cimahi dan akhirnya gue menang juara umum dengan membawa pulang duit Rp. 1.600.000. Walaupun duitnya bukan punya gue semuanya sih. Sempet ada niat mau bawa kabur duit.

Tapi, gue takut dikebiri (lho?! apa hubungannya?!).

Anyway, dari awal ketika pengumuman pemenang gue emang kagak dikasih uangnya cash langsung. Tapi, bentuk awalnya map gitu. Isinya materai yang nantinya bisa dicairin ke tata usaha dan itupun diambilnya harus dengan guru. Jadi terpaksalah uangnya ada di guru dulu.


Mapnya

Dan setelah uangnya cair minggu kemarin gue dipanggil ke ruang guru and... it's hits me

TERNYATA GURU JURUSAN MINTA SEDIKIT UANGNYA BUAT DIBELIIN ALAT CUKUR!

BUAT RAZIA DI JURUSAN!

TIDAAAKKKK!!!

Setelah mendapatkan kabar super buruk tersebut gue langsung lari ke kelas memberi tahu semuanya. Ketika mereka semua mendapatkan informasi, mereka sontak kaget. Ada yang bingung, ada yang loncat dari lantai dua, ada yang tiba-tiba lari gak pake celana (diketahui, dia emang abis boker). Semuanya panik.

"SERIUS LO KI?!"

"Iya serius" kata gue santai padahal udah mau kencing dicelana.

"AH! ELO SIH PAKE MENANG SEGALA!"

"KOK MALAH JADI NYALAHIN GUE SEH?!"

Dan akhirnya setelah 3 hari memesan di sebuah toko online barang itupun datang. Finally, sekarang gue jadi botak deh. Kampret, kampret. Dobel kampret.

At least, gue gak terlalu menyesal sih dicukur botak kayak gini. Pertama, gue emang ada rencana buat cukur rambut ( TAPI YA ENGGAK BOTAK YA! ). Kedua, sikat wc dirumah gue kebetulan abis dimakan tikus. Jadi, kalau nyokap gue butuh sikat wc, mentok-mentok gue bisa dijadiin sikat wc deh. Yah, lumayan ngirit dikit. Cukur gratis, sikat wc gratis.



Emang gak ada bedanya.

Kedua

Gue tadi baru aja blogwalking dan menemukan Febri baru aja merilis e-book baru yang berjudul #CTAT Catatan Tengik Anak Teknik. Awalnya, gue langsung loncat-loncat ketika menemukan ini. Karena, gue baru aja dapet buku gratis. Eh, pas gue liat postingan baru blognya Febri ternyata dia abis ditolak penerbit makanya dia ngerilis ebook yang gratis...

tis... tis...

Gue baca ceritanya disana dan bener-bener breaks my heart banget. Secara gue juga penulis komedi yang rencananya ingin menerbitkan buku. Menurut gue sih bukunya menarik. Tapi, ternyata pasar buku komedi sekarang lagi turun banget. Banyak banget penerbit yang kurang mau menerbitkan buku komedi. 

Gara-garanya ya itu. Pasar komedi lagi turun banget.

Actually, gue juga sekarang emang jarang banget nemuin buku-buku komedi yang baru di gramedia. Kalaupun ada juga belum tentu lucu. Kadang malah ada yang garing abis. Kayak... ehm. Sorry. Untung kagak kelepasan.

Bukune juga untuk sebuah publisher yang fokus di buku komedi gue liat jarang banget rilis buku komedi yang baru dan gue juga yakin sih kalau mau nerbitin buku prosesnya susah banget. Gue malah tadi abis blogwalking ke blognya Edotz Herjunot dapet kabar bahwa dia pernah kirim naskah buku kesana eh dikabarinnya dua tahun setelahnya. Ditolak pula. Bahkan dia dikabarinnya setelah bukunya udah diterbitin sama penerbit lain.

Wah kacau-kacau.

Ini nasib gue nanti bagaimana?

Sampai saat ini sih, gue sekarang masih berkutat untuk rewrite dan cari jokes-jokes yang lebih fresh buat calon 'anak' gue nanti. Dapet kabar begini sekarang gue malah bingung. NTAR NERBITINNYA GIMANA?!

Kayaknya, untuk saat ini gue selesaikan aja dulu deh naskah gue. Lagian masih lama juga sih gue mau kirimnya. Rencananya naskah komedi yang masih gue rewrite akan selesai akhir tahun nanti. Mungkin 2017 gue baru kirim ke penerbit.

But, kalau bisa selesai dengan cepat, gue sih maunya langsung aja kirim langsung ke beberapa penerbit. Kalau ditolak gue gak bakal nyerah. Lagian, J.K. Rowling aja naskah harry potternya pernah ditolak 12 kali sama penerbit. Eh, sekarang bukunya jadi best seller banget.

DAN MASIH BANYAK PENERBIT LAIN DI INDONESIA, MEN!

Intinya, sekarang gue selesaikan aja dulu deh naskah gue.

Baru mikirin penerbit.

Oke, kalau begitu mari menulis!

Dengan kepala yang mirip sikat wc.

At This Crazy Night

Malam ini rasanya hati gue bener-bener campur aduk. Entah kenapa akhir-akhir ini gue juga sering banyak melamun. Pulang sekolah gue jadi lebih sering main diatas atap rumah. Gue tiduran disana. Memandangi langit, bintang sambil merenung kejadian apa yang telah gue lewati hari itu. Kadang gue juga ngomong-ngomong sendiri kayak orang gila. Ngobrolin tentang kehidupan.

Terkadang gue juga merasa aneh dengan diri gue yang sekarang. Gue rasanya gak seceria dulu. Gue dirumah lebih banyak diem. Hampir mirip orang yang frustasi. Bagi sebagian orang terutama teman-teman sekelas gue yang sudah tau bagaimana watak gue disekolah. Gue suka bercanda, masuk kelas sambil koprol, nyanyi-nyayi gak jelas, jail.

Well...

Semua itu gue lakukan untuk melepaskan semua yang ada dipikiran gue. Gue jadikan diri gue sendiri sebagai media untuk melepaskan apa yang ada dipikiran gue selama ini. Lucu juga sih sebenernya. Gue yang membuat masalah itu dan gue sendiri yang melupakan masalah itu. Gue emang orang yang ribet. 

Kecerian gue disekolah juga hanya untuk melepaskan beban-beban yang gue rasain, banyaknya tugas, sampai masalah yang menurut gue paling rumit. Paling mengganggu pikiran gue untuk beberapa hari terakhir ini.

Jatuh Cinta.

Jujur, sedari dulu gue adalah seorang secret admirer. Ketika gue jatuh cinta dengan seseorang gue hanya bisa memandangnya dari jauh. Sekalipun kalau orang itu dekat sama gue, tetep aja gue gak pernah berani mengutarakannya. Karena gue sendiri takut. Hubungan kita malah jadi aneh kalau gue blak-blakan mengutarakan apa yang ada didalam hati gue.

Contohnya seperti kasus dulu ketika gue kelas 3 SMP yang pernah gue buat ceritanya disini. Untuk kalian yang penasaran kalian bisa melihat arsip blog gue di tahun 2014. Cari aja postingan yang berjudul Surat Cinta Untuknya. Disitu ada beberapa part. Buat yang mau baca silahkan aja.

Gue dulu hanya mengagumi dia aja. Gue suka sama dia. But, dia sendiri gak pernah tau bahwa gue suka sama dia. Akhirnya gue putuskan untuk mengirimkan surat. Dulu ketika gue benar-benar jatuh cinta sama dia gue sampai latihan dikaca untuk ngomong sama dia. Biar apa yang ada dipikiran gue keluar semua dan dia bisa tau bagaimana sebenarnya isi hati gue ini. Tapi, akhirnya tetep aja gue gak berani mengatakan semuanya ke dia. Walaupun memang gue sempat berbicara sama dia, gue rasa ketika gue ngomong sama dia gue gak to the point.

Baru terpikir sekarang, ternyata gue dulu adalah orang yang cemen.

Pada saat itu gue gagal. Gagal mengutarakan apa yang gue rasakan. Tapi, gue juga cukup lega setidaknya sedikit dari apa yang gue rasakan bisa gue sampaikan. Walaupun dianya gak ngerti-ngerti amat.

Dan sekarang, hari ini gue merasakan hal yang sama lagi seperti dulu. Gue sedang benar-benar jatuh cinta dengan seseorang. Seseorang yang sebenarnya gue udah suka sejak lama namun gue pendam. Sekarang rasa itu berontak ingin keluar. Hati gue rasanya ingin bilang sejujur-jujurnya kepada seseorang itu. Gue ingin blak-blakan. Gue ingin dia tau tentang apa yang selama ini gue rasain. 

Sekarang hanya tinggal menunggu waktu. Kapan dia bisa mendengarkan apa yang hati gue ini akan ceritakan.

Dan kali ini.

Gue gak mau gagal.

Aku kurang gaul, Mama!

Oh it's been a long time!

Udah lama gue gak ngerasain hal-hal seperti ini. Gue menulis lagi!. Akhirnya gue merasakan kembali bagaimana sensasi-sensasi ketika menulis. Jantung berdegup kencang, leher berkeringat, perut gue mules. Eh.. tunggu-tunggu... ini mah sensasi gue boker deng. Hehe.

Anyway, udah lama gue gak nyentuh blog ini. Setelah gue liat-liat arsip blog gue tahun ini kosong banget. Padahal, sewaktu blog ini gak keurus ada banyak memori-memori yang mungkin bakal asik kalo ditumpahin kesini. Ada memori yang bikin sedih sampai memori yang bikin ketawa sampe mencret.

Yaa, i think i had missed a lot of memories here. 

Jujur, gue emang baru hari ini bisa nyentuh ini blog. Ngurus lagi sambil membersihkan debu-debu yang udah berserakan di semua postingan gue. Kemarin-kemarin gue merasa bener-bener kurang produktif. Gue merasa seperti kehilangan tujuan hidup. Kalo liat ke tahun-tahun sebelumnya, gue masih punya tujuan hidup. Tujuan hidup itu adalah :

"Gue ingin jadi penulis dan punya buku."

Tahun ini? Haha boro-boro punya tujuan hidup yang lebih tinggi. Tujuan hidup gue yang sebelumnya aja udah hancur. By the way, bagi para pengunjung blog gue yang lama mungkin udah tau bahwa gue dulu menulis novel yang sebenernya udah rampung. Cuma belum sempet dikirim ke penerbit. Kalian tahu apa yang terjadi dengan novel itu?

Yak, novel gue kehapus.

Iya, novel gue kehapus.

Bentar-bentar gue nangis dulu.

HUAAAAA EMAAKKK NOVELKU KEHAPUS MAAAKKK! NOVELKU KEHAPUSS! HUAAA!!

Oke udah selesai.

Ceritanya sebenernya cukup simpel. Gue sewaktu itu hanya salah format harddisk saat gue hendak menginstal OS baru Windows 10. Ya, hanya sesimpel itu. Jujur, saat tahu gue salah format harddisk gue pengen nangis. You can imagine that, novel yang udah ditulis selama 1 tahun dan novel kedua yang udah setengah gue tulis lenyap semuanya.  Semenjak itu gue galau tiga bulan. Gue udah males ngapa-ngapain lagi. Ingin rasanya gue hidup seperti air yang mengalir. Hanya mengikuti arus saja. Gue bener-bener kehilangan tujuan hidup gue. Tapi, akhirnya gue sadar. Kalo gue hidup mengikuti arus, gue berfikir gimana kalo arus air itu membawa gue ke selokan? Apa gue bakal terima gitu aja?. 

Ya enggak lah!. Mana mau gue masuk selokan.

Kalo novel gue kehapus, ya bikin baru aja. Kenapa gue harus sedih?. Tiga bulan yang tidak produktif itu seharusnya bisa gue bikin produktif kalo sadar bahwa gue bisa membuatnya kembali.

Gila. Kata-kata gue keren banget.

Padahal orang yang nulisnya kayak simpanse.

Ya, biarlah. Lagian gue juga yang salah. Harusnya gue cepet-cepet ngirim itu naskah. Malah ditunnda-tunda. Yosh! Semangat nulis lagi!.

***

By the way busway, barusan ketika gue sedang blogwalking gue menumukan kata-kata yang sangat membingungkan. Ketika melihat kata tersebut gue mendadak gemetaran, badan gue panas, idung gue tiba-tiba memanjang (Lho kok?!).

Kata-kata tersebut adalah "cengo". Hal pertama yang gue pikirin saat melihat kata-kata ini adalah KATA MACAM APA INI?!. Gue bahkan tidak menemukannya di KBBI!. Dihantui rasa penasaran, akhirnya gue tanya ke om google dan... gue menumukannya.

Ah... terima kasih google. Kalo aja kamu cewek, pasti udah gue nikahin (lho?).

Yak, setelah gue baca, akhirnya gue mengetahui bahwa arti kata cengo adalah tidak tahu apa-apa. Wow. Sungguh, gue baru tahu arti kata itu. Jadi ternyata selama ini gue cengo sama arti kata cengo dong. Ah, dasar gue emang cengo.

Anyway, gue menemukan arti kata ini di sebuah website yang bernama www.kitabgaul.com. Gila, ini website memang keren abis. Menurut gue, ini seperti KBBG (Kamus Besar Bahasa Gaul). Hmmm.. sepertinya gue harus menjadikan kitab ini untuk mencari bahasa pergaulan gue sehari-hari.

Berkat web ini juga gue jadi tahu apa arti kata "brb". Menurut KBBG, "brb" merupakan singakatan dari kalimat "Be Right Back" yang artinya akan kembali lagi. Wah gue baru tau sumpah!. Gue kira "brb" itu singkatan dari kalimat "buru-buru boker". Pernah ada suatu percakapan antara gue dan doi :

Doi  : eh bentar brb
Gue : oh iya, jangan lupa disiram ya.
Doi  : ...

Jadi, selama ini gue salah dong?

Itukah Kamu?

Sepulang sekolah tadi, gue diajak makan ramen sama temen gue. Seperti biasa, gue disitu cuma ngeliatin mereka makan aja (ya, duit seorang penulis memang tidak banyak). Enggak juga sih. Disana gue beli satu juice rasa strawberry.

Dan..

Karena bosen gue iseng nulis puisi deh sambil nungguin mereka selesai makan.

Ini lah puisi yang gue tulis di note handphone gue tadi :




Kamu

Hei Kamu,
Siapa kamu?
Apakah kau datang kesini untukku?
dan mengisi kekosongan hatiku?


Hei Kamu,
Sudah lama aku mencarimu
Apakah kau datang membawa seuntai kebahagiaan lewat senyummu itu?
Ataukah kau datang menyembunyikan sembilu yang membuat hatiku terluka semakin perih?

Hei Kamu,
Maukah kau menemaniku?
Melewati semuanya bersama. Ya?


****

Lagu Kampret dengan Isi yang Kampret

Gue lagi nge-fans sama Sheila On 7.

Menurut gue, sheila on 7 adalah grup band yang keren. Bila dibandingkan dengan band-band (dan homo-homo yang berkamuflase menjadi boyband) jaman sekarang, gue lebih suka sheila on 7.

Sebenernya dari kecil gue suka lagu-lagu sheila on 7. Gue suka lagu-lagu mereka karena nadanya gue suka bangt. Tapi, tentu saja sekarang gue baru sadar ternyata...

LAGU-LAGU SHEILA ON 7 KAMPRET-KAMPRET NJIR!

Setelah gue teliti, ternyata lagu sheila on 7 (yang dulu gue suka saat kecil) galau-galau semua liriknya!.

Woah, ini jelas-jelas nyelekit sekali.

Ada satu lagu yang gue suka banget pas kecil artinya benar-benar gue banget disaat sekarang.

Akhir-akhir ini gue lagi suka sama cowok cewek, lalu, temen gue, dio, nyamperin gue lalu berkata :

"Ki, homoan sama gue yuk?"

Oh bukan deng. Dia bilang :

"qi! Lo harus denger lagu ini!. Gue yakin lagu ini elo banget nyet!."
Dengan penasarannya gue langsung menyambar headset dia lalu mendengarkan lagunya.

"qi! Ini dia lagunya. Judulnya 'Pemuja Rahasia'. Coba dengerin deh!" Kata dio.

DEG!

ANJRIT! PEMUJA RAHASIA?!

GUE BARU TAU ADA LAGU TENTANG SECRET ADMIRER!.

Hal ini jelas-jelas membuat gue sangat kaget. Secara, gue sudah total hampir 6 tahun menjadi secret admirer. Termasuk bersama si mercy. Dikarenakan gue udah penasaran banget dengan lagu ini, gue berkata kepada temen gue ini.

"Oke. Coba diplay!" kata gue.

"OKE!. Tapi, janji setelah mendengar lagu ini jangan nangis!"

"Yaampun. Gue laki-laki. Mana mungkin gue nangis?" Kata gue. Pede.

Lalu, akhirnya lagu itu dimulai. Gue dengarkan sampai selesai. Awalnya lagu ini sudah tidak asing lagi di telinga gue. Karena ini lagu favorit gue waktu kecil. Tapi, dari duu gue gak tau judul lagunya. 

Lalu, beberapa deitk kemudian...

Gue nangis jerit-jerit sambil garuk-garuk tembok.

GILA Stelah mendengar lagu ini dan meresapi liriknya, gue gak nyangka. INI GUE BANGET PAS SAMA SI MERCY!. Ini sialan banget.

Gue meresapi liriknya dan gue nyaris mati berdiri ngedenger lagu ini.

Buat yang belum tau lagunya, liriknya seperti ini.

Kuawali hariku dengan mendoakanmu
Agar kau s’lalu sehat dan bahagia disana
Sebelum kau melupakanku lebih jauh
Sebelum kau meninggalkanku lebih jauh

 
Ku tak pernah berharap kau kan merindukan
Keberadaanku yang menyedihkan ini
Ku hanya ingin bila kau melihatku kapanpun
Dimanapun hatimu kan berkata seperti ini


Pria inilah yang jatuh hati padamu
Pria inilah yang kan slalu memujamu
Aha, yeah, aha, yeah
Begitu para rapper coba menghiburku


Akulah orang yang selalu menaruh bunga
Dan menuliskan cinta di atas meja kerjamu
Akulah orang yang kan slalu mengawasimu
Menikmati indahmu dari sisi gelapku


Dan biarkan aku jadi pemujamu
Jangan pernah hiraukan perasaan hatiku
Tenanglah, tenang pujaan hatiku sayang
Aku takkan sampai hati bila menyentuhmu


Mungkin kau takkan pernah tahu
Betapa mudahnya kau untuk di kagumi
Mungkin kau takkan pernah sadar
Betapa mudahnya kau tuk di cintai


Akulah orang yang akan selalu memujamu
Akulah orang yang akan selalu mengintaimu
Akulah orang yang akan selalu memujamu
Akulah orang yang akan selalu mengintaimu


Back to Reff


Karena hanya dengan perasaan rinduku yang dalam padamu, kupertahankan hidup
Maka hanya dengan jejak-jejak hatimu, ada artiku telusuri hidup ini
Selamanya hanya ku bisa memujamu
Selamanya hanya ku bisa merindukanmu
Huuu huuu huuu huuu huu

 
Kejantananku hilang saat menonton video ini.

Anjrit. Gila. Ini gue banget.

Selanjutnya gue suka lagi lagu yang lainnya : Itu aku, Pilihlah aku, Coba Kau Mendekat, Jangan beri tahu niah, Khaylia Song dan lainnya.

Dengan ini gue resmi menjadi penggemar Sheila On 7 lagi deh. Huhu.

Udah ah. Gue mau denger lagu 'Pemuja Rahasia' lagi sambil nangis ngais-ngais tanah!.

See You!.

Tulisan yang Depresif

Malam ini...

Gue duduk sendirian di depan rumah, membuka laptop sambil meneguk secangkir kopi yang ada di sebelah gue.

Diam ...

dan melamun di tengah malam.

Gue bingung kenapa orang-orang begitu mudahnya menyatakan cinta. Seperti di film-film. Ketemu. Kenalan. Cocok.

Lalu, jadian dengan mudahnya.

Ini berbeda sekali dengan gue yang kalo ketemu cewek yang gue suka mekanismenya begini :

Ketemu --> Kenalan --> SMS-an --> Ceweknya gak suka sama gue -->  Enggak jadian.

Gue tidak mengerti orang-orang yang dengan mudahnya menyatakan perasaannya terhadap cewek yang dia suka.  Mereka dengan mudahnya menyebutkan

"Eh gue suka sama lo. Lo mau gak jadi cewek gue?"

Lalu?

Ceweknya nerima.

Hanya semudah itu. Sesimpel itu.

Bahkan, cowok yang menurut gue 'gak ganteng-ganteng amat' bisa dengan mudahnya melakukan hal itu dan begitu mudahnya mendapatkan cewek yang dia suka.

Gue sendiri adalah cowok yang tidak dapat semudah itu menyatakan cinta. Menurut gue, mengatakan 'aku suka kamu' itu sangatlah sulit. Tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Hal ini juga pernah terjadi saat bertemu dan mengobrol dengan mercy. Saat gue sedang mengbrol dengannya ada satu hal yang sangat-sangat sulit gue ucapkan. 3 Kata dengan 1 arti "Aku suka kamu". Entah kenapa, gue tidak sanggup mengatakan hal yang sangat simpel.

Mulutku kaku rasanya bila mengatakan hal itu.

Gue meneguk lagi secangkir kopi yang ada sebelah gue.

Merem sebentar.

Mengingat kembali masa lalu yang sulit untuk dilupakan tetapi 'harus' gue lupakan.

Teringat lagi, seorang cewek yang udah gue suka setahun belakangan ini. Cewek yang bahkan gue belum pernah melihat wajahnya 1 menit. Bahkan, 1 detik.

Gue yang sempat malu-malu menyatakan apa yang gue rasain di hati gue lewat sebuah aplikasi chatting.  Gue yang ragu-ragu. Gue yang tidak mampu bahkan untuk mengetikkan kalimat yang sangat-sangat bermakna itu.

Gue tarik nafas saat itu. Memejamkan mata. Lalu, mulailah gue memberanikan diri untuk menulis kata-kata itu.

Tetapi, ketika gue baru saja mengetikkan kata "aku suka sama ka-". Jari gue kaku. Tak bisa melanjutkan kata-kata tersebut.

Dan akhirnya gue sadar. Walaupun gue nulis kata-kata itu dan mengirimnya, gue tau apa jawaban yang akan dia tulis.

"Aku enggak mau pacaran sama kamu. Kamu terlalu baik untuk jadi pacar aku."

Gue hapus kembali kata-kata yang gue tulis. Memejamkan mata. Lalu, tersenyum kecil.

Melanjutkan chatting gue bersama dia. Lalu, perasaan itu perlahan menghilang dan akhirnya gue menganggap dia hanya sebatas teman gue saja.

Seperti itulah rasanya menjadi orang yang 'kaku' dalam cinta.

Mungkin ini hanya trauma gue saat ditolak oleh cewek yang bener-bener gue suka. Lalu, ditolak dengan alasan 'LDR'.

Gue enggak ngerti kenapa tiap gue deket sama cewek gue selalu dianggap teman dan selebihnya? ketika gue menyatakan perasaan itu. Gue ditolak.

Gue gak tau kenapa. Gue selalu menanyakan hal yang sama kepada diri gue sendiri :

Apakah ini faktor gue emang jelek? atau selera gue yang ketinggian?

Itulah sebabnya kenapa gue tidak berani lagi menyatakan perasaan gue.

Sekarang, di SMK yang gue sekolahi, gue kembali menemukan seorang cewek yang gue suka dan sekarang yang bisa gue lakukan hanyalah.

Memandanginya. Memendam.

Lalu, menyimpannya.


Sebuah Puisi Untuk Cewek Yang Enggak Kesampaian

Gue abis ngubek-ngubek file-file dulu saat gue kelas 9 dan gue menemukan secarik kertas berisi sebuah karangan puisi yang gak bagus-bagus ama sih. Tapi, puisi ini merupakan curahan hati gue dan saat gue patah hati melihat kecengan gue jadian di depan mata gue sendiri (Baca : Surat Cinta Untuknya Part 5).

Gue masih inget banget sewaktu itu gue menulis ini di dalam koridor sekolah disaat hujan mulai sedikit mereda. Di depan gue hanya terlihat rintik air hujan yang menetes perlahan dan dedaunan hijau yang basah terkena air hujan. Gue menulis puisi ini sambil sesekali menghela nafas sejenak.

So, baca aja puisi curahan hati gue sewaktu gue stress di koridor sekolah yang berjudul...

Aku Memang Payah

Aku memang payah

Aku tak bisa menjadi apa yang kamu inginkan

Aku bukanlah orang yang tampan

Aku bukanlah orang yang menawan

Aku hanyalah orang jelek yang mempunyai secerca harapan tuk memiliki dirimu.

Aku juga bukanlah orang yang kaya

Yang dapat membawamu ke tempat-tempat mahal untuk makan malam mewah.

Aku hanya orang biasa yang hanya bisa membawamu ke pinggir jalan untuk sekedar makan bakso.

Sambil sesekali tertawa bersama.

Aku memang tak bisa menjadi apa yang kamu harapkan.

Aku juga tak bisa menjadi apa yang kamu inginkan.

Tapi,  aku bisa menjadi apa yang kamu butuhkan.

Yaitu...

Membuatmu tersenyum, tertawa, dan nyaman saat berada di dekatku.

(Bandung, 2014)

Postingan Yang Lagi Mikir

Halo para omnivora,

Gue gak nyangka postingan sebelum ini menjadi laku sekali dilihat oleh para pembaca. Buat yang belum baca, bisa klik link ini atau balik ke homepage blog gue. Responnya sungguh luar biasa. Ada yang menyangka gue emang beneran aliando, ada yang tiba-tiba muntah, dan yang paling parah ada yang bilang gue bencong yang kegiles kereta api

Kali ini, sebelum gue melanjutkan ke postingan yang sebenernya, gue cuma mau klarifikasi buat postingan sebelumnya..

Bahwa...

GUE BUKAN BENCONG BENERAN, MONYET!!!!

Sekali lagi, GUE BUKAN BENCONG DAN GUE BUKAN BABI NGEPET!

Jujur, gue sangat kaget melihat komentar di postingan sebelumnya. Gue sempet kaget, jerit-jerit, dan cepirit. Apalagi ada yang bilang gue babi ngepet kelindes kereta api, ada juga yang ngeliat gue lagi mangkal di taman lawang, dan yang paling parah adayang bilang muka gue mirip selangkangan (kelamin). Hem... semua itu tidak benar adanya. Gue bukan babi ngepet, gue bukan bencong, dan gue bukan titit berambut.

Astaghfirullah.

Tapi, emang bener sih.

Jadi, sekali lagi gue klarifikasikan, gue bukan bencong dan gue bukan babi ngepet yang berkeliaran jam dua subuh buat nyolong masker tetangga. Oke?

***

Kembali ke topik yang ingin gue bicarai

Sore ini, gue lagi berfikir, kenapa gue gak pernah dapet cewek sepanjang hidup gue ini. Gue udah jomblo lama banget. 15 tahun, men. Pernah sih gue dapet cewek yang deket sama gue. Pas TK. Tapi, setelah beberapa minggu deket, kita menjauh. Gak deket lagi.

Sepertinya, mata dia lagi rabun pas deket sama gue.

Saat SD, gue berfikir bahwa gue muka gue gak mungkin lebih jelek saat TK. Pasti muka gue bakal bagusan. Dan pada saat SD lah, gue aktif mencari cewek.

Masa SD memang masa dimana gue lagi sering-seringnya jatuh cinta. Iya, gue emang terlalu cepet akil balig. Bulu ketek gue aja udah mulai memanjang saat kelas 2 SD dan saat kelas 6, gue udah kayak setan hermaprodit berbulu ketek lebat.

Kelas 3 SD adalah dimana gue bertemu first love gue. Namanya Zoya. Dia adalah cewek cantik, sekelas sama gue, berambut panjang dan sangat pintar. Dia selalu mendapat rangking satu sejak awal masuk SD.

Sedangkan gue, berbeda sekali dengan dia. Bisa dibilang dia cewek highclass dan gue cowok gembelclass. Kalo dia pergi-pergi pake pakaian yang bagus, gue malah pake pakaian compang-camping dengan berak yang nempel dimana-mana. 

Dan satu hal juga yang membuat gue kurang percaya diri untuk ngegebet dia.

Dia adalah primadona laki-laki di sekolah.

Tiap dia lewat, cowok-cowok di sekolah gue pada bengong dengan iler tiga ember. Sedangkan yang gue lakukan saat berpapasan dengannya, gue cuma bisa ngumpet sambil malu-malu kambing. Kadang gue juga sering salah tingkah kalo kedepan berdua buat bacain puisi bareng-bareng. Gue kayak lagi sakaratul maut.

Setelah menarget dia sangat lama, kenyataan pahit langsung menerjang gue saat kenaikan kelas. Dia pindah pulau.

Sepertinya, semesta tidak ingin gue berkenalan dengannya sekarang.

Gue mulai move on. Menerima perpindahan dia. Dan saat kelas 4 gue bertemu second love gue. Ira.

Gue sempet deket sama dia. Sering SMSan juga. Sampai semesta tidak mengizinkan gue untuk pacaran sama dia. Karena, gue sempat dikagetkan saat SMS-an sama dia. Percakapannya sangatlah simpel.

Gue nanya ke dia. 'Gue boleh ngomong sesuatu gak?'

'Boleh. Mau tanya apa?'

'Ra, kamu tau gak arti aishiteru?' 

Gue pencet tombol kirim.

Sent.

Gak lama dia jawab 'Tau'
'Apa artinya coba?' Gue kirim lagi pertanyaan itu.

15 menit kemudian dia membalas 'Aku cinta kamu. Engga, maksudnya bukan aku suka sama kamu. Tapi, arti aishiteru itu : aku cinta kamu'

Gue shock. Dengan ini, gue sukses ditolak. Walaupun gak secara langsung.

Selanjutnya saat kelas 7 awal, gue suka sama seseorang lagi. Korban ketiga gue yang kurang beruntung itu adalah Zahra. Yes, dia juga temen SD gue. Sekelas. Tapi setelah lama PDKT dan memberanikan diri untuk nembak dia, gue ditolak. 

Selanjutnya, gue kontakan lagi sama Zoya. Iya gue dapet nomernya. Tapi, setelah lama PDKT dan akhirnya nembak, gue ditolak juga dengan alasan LDR.

Dan terakhir, gue bertemu 4th love gue, Mercy. Di saat gue kelas 8. Dan masih sama gue gagal lagi. Gue gak pernah dapetin dia. Gue malah dapet kekecewaan setelah dijatuhkan sangat keras oleh dia.

Hina sekali sepertinya gue ini, ya.

Gue langsung berfikir, apakah saat SD gue jelek? cemen? dan bau ketek?

Gue ubek-ubek lagi data SD gue dan gue menemukan foto ijazah saat SD. Ternyata emang bener, waktu SD, wajah gue ancur abis. Poni gue belah kanan dan cupu abis. Kaya gembel baru kena serangan nuklir.

Muka gue saat terkena radiasi nuklir.


Gue cemen banget ternyata. Tapi sekarang, saat gue sudah SMA, gue bermetamorfosa menjadi cowok kena radiasi nuklir yang sedikit ganteng. Gue udah merubah penampilan gue. Menjadi lebih rapi dan cukup keren untuk cewek-cewek.

Tapi sayang, semesta masih belum mengizinkan gue buat dapet cewek atau mungkin setidaknya 'sahabat cewek'. Sepertinya, tuhan sedang memperhatikan gue dan menjaga gue untuk someone special. For her, the 'one' and my soulmate.

Sekarang, di sore ini, gue masih berfikir apakah mungkin gue bertemu the 'one'nya gue di SMA ini. The true love?.

Hmmmm... maybe...

Surat Cinta Untuknya Part 6 : Surat Terakhir


Oke kali ini gue gak bakalan cerita kenapa gue menghilang lama sekali. Besok aja deh di postingan selanjutnya hehehe. Ini updatean terbaru SCU. silahkan nikmati yang part sebelumnya juga.

Bagi yang baru baja silahkan baca dari Part 1, Part 2, Part 3, Part 4 dan Part 5

Enjoy!

***
Hari itu akhirnya tiba juga. Hari dimana gue akan meninggalkan SMPN 1 Bandung ini sekaligus kenangan-kenangan indah di dalamnya. Termasuk kenangan indah gue bersama Mercy Alya Saputri.
Hari ini juga mungkin bakalan jadi hari terakhir gue bertemu sahabat-sahabat gue, Bill, Rafi, grup bojekers gue Adam, Aprana, Finla dan juga ini bakal jadi hari terakhir gue melihat dia.
‘Kong, bangun. Udah jam berapa? Kamu jadi gak perpisahannya?’ Kata nyokap sambil goyang-goyangin gue yang lagi mesra-mesraan sama guling.
‘Hah? Apa? Tukang Ojek perpisahan?’ Kata gue menggumam ke nyokap dengan mata yang belum terbuka.

‘EEEEHHH MALAH NGELIDUR! KAMU JADI PERPISAHAN GAK?!’ Kata dia setengah teriak. Nyokap ngambek.

Gue langsung bangun kaget, ‘Hah iya? Kenapa ma? Ada Tukang Ojek? Kiki udah telat nih!’ Kata gue masih ngelindur. Padahal gue udah bangun.

‘Kamu ini masih aja ngelindur!. Udah sana mandi. Kamu perpisahan jam berapa?’

‘Jam 12 siang. Kenapa emang?’ Kata gue setengah sadar, sambil nungging-nungging ngumpulin nyawa.

Nyokap diem.
 
‘Sekarang jam berapa emang?’ sambung gue.

Gue mengalihkan pandangan gue ke jam dan… KAMPRET! SEKARANG JAM 5 SUBUH!
.
‘LOH? MAMA KENAPA BANGUNIN AKU JAM SEGINI?!’ Kata gue sewot.

‘Ya.. kirain mama kamu perpisahannya pagi gitu jam 7 atau 8-an’

Gue diem. Padahal, tadi malem gue udah bilang perpisahannya ada prom nightnya. Gue juga udah ngasih undangannya ke nyokap, dia juga udah baca jam dan bakalan ada prom night di perpisahannya. Sepertinya, saat nyokap bangun kepalanya sudah terbentur pintu lalu tertimpa batu bata lima ton.

Akhirnya gue bangun buat mandi sekalian juga gue belum melaksanakan ibadah subuh.

Setelah mandi dan shalat subuh, gue kembali ke kamar gue. Duduk di atas kasur menyandarkan tubuh ke tembok sambil mendengarkan musik. Tak lama, gue membuka laptop lalu membuka folder ‘Kenangan SMP’. 

Segera, gue buka satu per satu foto yang ada disana. Gue tersenyum melihat anak kontet bermuka babi berpose seperti bencong kurang gizi berfoto dengan teman-temannya (yang sama bencongnya juga).

Sesekali gue juga mengingat kejadian-kejadian absurd yang dilewati oleh gue dan grup gue bojekers. Gue sangat ingat ketika gue gak mau ngambilin daun untuk tugas sekolah dan beralasan bahwa gue akan bertemu maudy ayunda. Gue juga masih ingat ketika kita berempat nongkrong dipinggir jalan sambil sesekali teriak-teriak ‘WOY MAS! ITU STANDARNYA BELUM NAIK’ ke pengendara sepeda motor, lalu kita tertawa berbarengan. Gue juga masih sangat ingat ketika gue dating pagi-pagi lalu kebelet boker disana. Berhubung WC siswa itu ga ada slotnya, adam langsung mengantarkan gue ke WC guru. Tapi sayang, gue berak dicelana dalem duluan.

Sekali lagi, gue slide foto yang ada di layar laptop gue ini. Tiba-tiba, gue terdiam. Gue melihat foto yang sudah tidak asing lagi terlihat oleh mata gue. Foto yang mungkin menjadi saksi bisu bahwa gue pernah melakukan suatu hal yang dodol di sekolah gue ini.

Gue melihat foto surat yang pernah gue berikan ke Mercy.

Segera gue lihat kembali surat yang gue simpan di dalam tas, lau membukanya. Gue tersenyum kecut melihat kata-kata gue yang begitu dodol disurat itu. Gue jadi ingat kembali ketika mercy nanya ke gue ‘Ini gak bakal ada kutang-kutangnya kan?’. Gue juga masih ingat ketika gue berkata dalam hati ‘TENANG!, INI BUKAN MASALAH KUTANG AKU JANJI TIDAK AKAN ADA KUTANG-KUTANGNYA!. BAHKAN AKU SEKARANG TIDAK MEMAKAI KUTANG!. PERCAYALAAAHHH!!! HOUWOOHHH!!!’  

Melihat surat cinta itu, gue jadi keinget sesuatu. Gue belum buat surat cinta untuk yang ‘terakhir’ sebagai hadiah perpisahan yang bisa gue berikan.
 
Segera gue ambil kertas HVS, pensil, dan amplop untuk menulis surat terakhir ini. Setelah dua jam menulis (dengan jari yang hampir patah), akhirnya gue berhasil membuatnya. 

Ya, kali ini, gue gak mau gagal lagi buat surat cinta. Gue juga sudah mengurangi kata-kata ‘kutang yang beterbangan’. Gue takut jika dia melepas kutagnya lalu melemparkannya ke muka gue saat menerima surat ini.

Setelah menulis, gue melipatnya dengan rapi, memasukkannya kedalam amplop, lalu menulis kalimat ‘You Know Who Am I’ di cover amplopnya. Lalu sesudah itu, gue berangkat.

Seperti kebiasaan gembel pada umumnya, hari ini gue nebeng mobil aprana. Ya…. Lumayan lah. Irit ongkos. Duitnya kan bisa buat beli cendol. Walaupun, gue  yakin, pasti cuma cukup beli plastik cendolnya saja.
Akhirnya, aprana datang menjemput gue. Segera gue naiki mobilnya dan menembeng mobilnya. Layaknya orang yang udah lama gak ketemu (Ya, gue dan dia udah lama gak ketemu sama gue. 3 hari.), gue dan apran sedang mencari-cari topi obrolan yang seru, sopan, dan tidak menyebabkan gue ditendang keluar jatoh ke jalanan lalu dilindes truk tronton oleh nyokapnya.

Iya, biasanya gue dan apran dan bojekers selalu mencari topik obrolan yang bisa membuat orang ingin membakar kita hidup-hidup jika ada yang mendengarkannya. Seperti beberapa hari yang lalu gue mengobrol masalah gue yang masih suka minum susu pake dot bayi.

Tapi serius. Enak loh!

‘Qi, lo mau ngasih apa ke gebetan lo?’ Kata apran sambil membuka topik obrolan.

Gue langsung membuka seleting tas, ‘Gue mau ngasih ini doang. Surat Terakhir.’ Kata gue sambil menyodorkan surat yang kayaknya isinya (emang) curhatan semua.

‘Oh, umm.. oke juga tuh. Terus isinya ada nembak dianya kan?’ Kata aprana menggoda.

JEGER!. JEGER!. JEGER!. Gue langsung kaget! Jantung gue berdetak cepat, bulu kuduk gue merinding. Entah kenapa saat itu gue lebih mirip seperti orang yang kebelet boker daripada ketakutan. Gue langsung jawab ‘Enggak, pran. Gue udah nyerah sama dia. Cinta gue gak berbalas. Percuma gue ngejar-ngejar orang yang bahkan tidak pernah suka gue,’ kata gue menggebu-gebu. ‘Gue juga nyadar diri. Gue emang jelek sih. Gak ganteng-ganteng amat. Diamah masih suka sama orang yang ganteng sekaligus berduit kan?’ sambung gue.

‘Bener juga sih. Gue juga ngerasain hal yang sama waktu gue deket sama dia tahun lalu. Matarliasitis.’ Kata dia ngaco.

‘Matrealistis kampret.’ Kata gue ngebenerin ‘Lo ngasih apa ke dinda?’

‘Ini.’ Kata dia sambil nunjukin cincin batu yang kemarin dia beli bareng sama gue.

‘Lah lo ngapain ngasih ginian? Kirain gue buat dipake sendiri.’

‘Enggak, gue udah ada. Lagian ini juga bonus pas gue belin cincin ini.’ Kata dia sambil menunjukkan cincin di jari manisnya. ‘Gue ngasih ini, soalnya kemarin gue kan ngasih hadiah perpisahan juga, gue ngasih piso. Eh.. pisonya dia buang. Ya akhirnya gue ganti sama ini. Soalnya Piso kan lambang dari rasa sakit. Gue gak mau aja dia nyimpen rasa sakit gue.’

‘Gitu ya?’ 

Dalem hati, gue berifikir : IYALAH NGASIH PISO BUAT HADIAH PERPISAHAN DIBUANG! BUAT APA?!. Gini ya, kalo si dindanya emang jago masak atau dia ikutan masterchef junior wajar kalo apran ngasih pisau. Setau gue, dinda adalah orang yang cukup pemarah, dan kalo udah marah dia menggila. Untungnya, apran ngasih pisau itu dalam keadaan dinda lagi mood. Coba kalo lagi marah, dia lemparin pisau ke arah apran. Gue nangis jerit-jerit sambil marahin dinda. Lalu, gue ditusuk juga.

Gak lama kemudian, kita sampai ke sekolah. Gue dan apran masuk ke dalam area sekolah. Keren. Panggungnya bagus, standnya banyak lagi. Sepertinya, ini bakal menjadihari makan besar gue. Jujur, tiap gue ke nikahan orang, gue selalu aja nyerbu stand duluan sebelum salam ke pengantin. Faktanya, memang lebih enak standnya daripada pengantinnya.

Bayangkan , gue bolak-balik 15 kali ngambil pancake eskrim. 

Gile. Itu enak banget.

Setelah beberapa lama menunggu, satu per satu orang berdatangan. Adam dan Finla juga udah dateng. Kita udah sempet ngobrol ngobrol lama. Dari kendala datang ke sini sampai berapa ya NEM kita nanti. Selang 15 menit cewek itu datang juga. Ya mercy. Dia berkebaya berwarna hijau panjang, lengkap dengan make up yang membuatnya terlihat semakin cantik.

Gue juga sempat berfikir ragu, apakah bener gue harus ninggalin dia?

Sepanjang malam, setelah pembagian NEM, gue memperhatikan dia. Berharap tak ada orang yang mengelilinginya lalu gue datang memberikan surat terakhir itu sambil nari saman (lho?).

Gue menunggu… menunggu.. menunggu… sampai akhirnya gue harus melaksanakan ibadah shalat magrib. Setelah shalat, gue kembali ke dalam area panggung. Segera gue edarkan pandangan mencari mercy. Tidak ada.

Gue keluar menuju tempat makanan. Tidak Ada.

Gue cari kedalam selokan. Tidak ada juga (yaiyalah!).

Depresi, gue cari kedalam toilet pria. Gak ada juga.

Saat itu, gue langsung down. Muka gue pucet seperti pocong yang baru saja ditolak untuk menjadi pacar kunti.

Gue kembali masuk ke dalam area panggung. Saat itu, panggung lagi rame, banyak orang joget-joget khas orang di diskotik diiringi lagu-lagu yang membuat kuping gue amnesia pendengaran. Gue sendiri malah diem. Memandangi orang-orang itu sambil meneguk jus jambu yang ada di tangan kanan gue.

Gue berfikir ‘Gagal lagi rencana gue.’. Sempet bingung juga bagaimana gue bisa memberikan surat ini atau setidaknya isi surat ini. Mau ke rumahnya? Malu (gue juga gak tau jalannya), Mau dititipin ke temennya? Takut pada ketawa-ketawa, Mau di publish di blog? Gue takut nanti bukan dia orang pertama yang membaca surat gue. Akhirnya gue depresi, gue jadi pengen kawin sama taylor swift. Tapi dia gak ada disini.

Gue melihat ke arah belakang, dan astaganagabonarjadidualubangpantatnya. DIA
MASIH ADA, MEN!. Gue seketika langsung seneng, loncat-loncat ga jelas sampai disangka temen sebelah gue, gue seneng kena HIV AIDS.

Tapi sayang, ini bukan waktu yang tepat. Gue akhirnya merombak ulang rencana pemberian surat ini.rencananya seperti ini.

Ketika mau pulang, gue menitipkan surat ke seseorang lalu memberikannya kepada Mercy. Gue harap rencana gue kali in berhasil.

Malamnya, saat puncak acara perpisahan ini tiba. Gue merenung. Memikirkan siapa orang yang tepat agar bisa memberikan surat ini segera. Lalu, tiba-tiba muncul nama seseorang agar bisa menjadi tumbal gue. Ya… setidaknya kalo mercy nolak surat gue, dialah orang pertama yang akan menerima tamparan dari Mercy.
Tak lama, acara selesai juga. Semua bubaran. Gue melihat ada orang yang meluk sahabat-sahabatnya sambil nangis. Ada juga yang meluk pacarnya, sambil berkata ‘Kita bakalan terus, kan?’. Sedangkan satu-satunya yang bisa gue peluk adalah… pohon kelapa.

Gue memberikan surat itu ke apran. Segera apran pun menyampaikan surat itu. Gue memandang mereka dari kejauhan. Tampak seperti ada perdebatan diantara mereka berdua. Gue gak tahu itu. Entah apran membela cinta gue atau Mercy yang menolak surat dari gue. 15 menit kemudian semuanya berakhir.

Berlalu begitu saja. 

Dia juga tidak SMS gue atau sekedar DM twitter gue mengucapkan ‘sama-sama’.

Oh iya surat gue isinya seperti ini. 

Dear Mercy,
Hei cantik, bagaimana kabarmu? Sehat ?hahaha. sudah lama aku tak mendengar kabarmu lagi. Biasanya kamu mengupdate twittermu itu. Ya… minimal tentang Justin Bieber atau tentang teman-temanmu. Hehe. Ini dari 4 juni kok engga ada kabar sih?

Cy, kali ini aku ga akan curhat lagi. Aku juga gak akan nulis ‘kutang-utang yang beterbangan lagi. Takutnya kamu ilfil Hehe. DI surat ini aku cuma mau bilang makasih. Makasih udah ngisi hati aku selama 2 tahun ini. Makasih juga kamu udahnerima surat dodo, udah mau ngomong sama aku dan udah mau juga nerima cokelat aku. Sekali lagi makasih. Aku bangga sama kamu. Mungkin kalau bukan aku pasti kamu nolak semuanya dari awal. Bio twitter kamu yang ‘I’ll let you fly itu juga buat aku kan? Kamu akan membawa aku terbang dan thank’s udah dijatohin keras banget.

Pokoknya makasih buat segalanya. Kamu tahu? Gara-gara kamu blog aku yang udah lama gak keurus itu jadi jalan lagi berkat ceritamu yang paling banyak disukai. Daya tarikmu besar juga ya?. Gara-gara kamu aku juga jadi bisa mewujudan impianku dari kelas 6 SD yang sekarnag sudah terealisasikan. Jadi penulis. Iya, berkat kamu aku jadi buat novel. Makasih buat segalanya ya. Gara-gara kamu aku jadi kayak gini. :)

Sekarang aku akan melangkah lebih jauh lagi. Menyusul kamu yang sudah berjalan jauh kedepan. Mungkin kamu juga akan mencari cowok yang pas buat kamu. Dan aku juga akan berlari menemukan cinta ‘Baru’. Seperti lari marathon, aku seperti berlari dari hubungan gagal-ke hubungan gagal lainnya. Ketilka itu aku berhenti kecapekan dan menemukanmu. Aku kira kamu garis finishnya. Ternyata enggak. Dan ternyata ini jadi hubungan gagal juga. Sekarang aku harus berlari kembali. Aku harap aku menemukan ‘kamu’ yang baru. Dan aku rasa aku sudah menemukannya. Tapi aku masih ragu dengan dia. Aku taut ‘dia’ memberian respon yang berbeda dari kamu. Mungkin perasaan ini cuma bisa dipendam saja. Tapi aku berharap ‘dia’ yang baru bisa mermberi respon yang baik. Lho? Kok aku jadi curhat sih? Aku tau kamu gak suka orang yang banyak curhat kecuali teman-temanmu kan? Itu sudah terlihat dari wajahmu yang cantik. Sekali lagi makasih ya cy buat segalanya. Aku sebenernya masih mau ngomong panjang. Tapi kertasnya kecil dan… Happy Birthday juga, Mercy Alya Saputri. :)

With Love,

Rifqi Fauzan Akram…

Well, ini akhirnya. Ternyata gue gak jadian sama dia. Gue sudah kapok sekaligus sakit sudah dibawa tinggi ke langit lalu dihempaskan kebawah. Jatuh, remuk, dan hancur berkeping-keping.

Dan setelah itu gue berfikir kembali.

Apakah mungkin gue menemukan seseorang yang bisa memperbaiki perasaan gue ini kembali?

Gue gak tahu.

Tapi, gue yakin pasti ada.

 TAMAT