Saturday, April 01, 2017

Rindu

Belakangan ini entah kenapa gue jadi orang yang puitis.

Jangan ketawa.

Seriusan. Akhir-akhir ini gue lagi sering baca-baca sastra lama gitu seperti karangan-karangan pusinya Chairil Anwar, Sapardi Djoko Darmono, Goenawan Muhammad. Wah gila sih. Karyanya bikin gue meleleh. Gue heran sama karya-karya puisi mereka. Puisi mereka memilik makna yang dalam. Ya, gak kaya gue. Gue bikin puisi mentok-mentok paling ngomongin soal Banci. Naluri memang tidak bisa dibohongi.

Ehm. Sori.

Gue juga udah sebulan ini baca-baca bukunya Sapardi Djoko Darmono "Hujan Bulan Juni" dan Seno Gumira Ajidarma "Sepotong Senja Untuk Pacarku". Ahhhhhh GILAAA. Majasnya bagus-bagus banget. Penganalogian dan diksinya udah tingkat Olimpiade! Kalo diungkapin pake bahasa Inggris itu udah peri-peri owsom

Ya gitu deh pokoknya gue jadi makin jatuh cinta sama sastra. Gara-gara baca buku kayak gini gue malah jadi sering-sering post kata-kata bijak gitu di Instagram. Contohnya : 



Gila. Keren-keren ya. Gue emang jenius.

Sebenernya hari ini gue lagi pingin ngebahas tentang puisinya pak Subagio Sastrowardoyo. Judulnya 'Rindu'. Jujur, puisinya benar-benar lagi tepat banget sama perasaan gue sekarang. Gue sedang banyak merindu. Gue merindukan masa-masa saat gue masih duduk di bangku SMP. Gue meridukan suasana-suasana saat gue masih kelas 9. Ketika gue sedang enak-enaknya menulis, senang-senangnya main sama sahabat-sahabat gue, dan....

Gue merindukan dia. Cewek yang gue sukai semenjak gue melepas si Mercy.

Rindu
Subagio Sastrowardoyo

Rumah kosong
Sudah lama ingin dihuni
Adalah teman bicara; Siapa saja atau apa
Jendela, kursi
atau bunga di meja
Sunyi, menyayat seperti belati
Meminta darah yang mengalir dari mimpi

Puisi diatas, really hits me. Jujur, si Cewek ini udah gue suka hampir 4 tahun dan begonya sampai sekarang gue gak tau gimana cara mengungkapkannya. Selama ini gue hanya menyukai dia dari jauh, mengamatinya, dan mencintainya sebatas punggung. Si Cewek ini juga sempat menjadi alasan mengapa gue melepas si Mercy ini. Gue gak tau lagi harus gimana. Dia sekarang sudah sangat jauh. Sangat-sangat-sangat jauh.

Gue kesulitan menggapainya.

Gue udah berusaha untuk melupakan dia. Mencari wanita-wanita lain yang bisa menggantikan dia. Tapi tetep aja. Ibarat mencari sebuah sepatu di Yogya Plaza. Sampai saat ini, gue belum bisa menemukan yang 'pas'.

Dan gilanya, puisi ini bisa menggambarkan apa yang sekarang rasakan. Ya, begitu. Gue itu kayak sendirian di rumah kosong yang sunyi. Mencari-cari teman bicara, tapi hanya ada jendela, kursi dan bunga di meja yang hanya bisa membisu. Menyaksikan gue yang sedang menunggu 'dia'. Si Cewek yang sudah mengisi hati gue selama 4 tahun ini. Sayangnya, sampai saat ini dia tak pernah datang dan perlahan, sunyi mulai menyayat seperti belati.

Rasanya, benar-benar sakit.

Tapi jujur gue juga gak sengaja bisa kenal sama Cewek ini. Gue bertemu dia dengan keajaiban dan keinginan semesta yang Tuhan berikan. Hanya berawal dari liat ask.fm-nya, lalu shalat zuhur, berdoa iseng-iseng minta dikenalkan Tuhan dengan dia dan besoknya tiba-tiba udah kenal. 

Gue gak tahu cinta bisa sesimpel itu.

Gue tau, ini kesannya seperti mengada-ngada. Tapi ya memang seperti itu adanya, gue aja malah aneh bisa ketemu dia. Wong, cuma iseng to? Minta dikenalkan saja oleh Tuhan. Ajaibnya doa gue langsung terkabul. Aneh.


Musikalisasi oleh Banda Neira :


Jujur, ketika gue sudah melepas Mercy dan mulai yakin untuk menyukai dia gue sempat bertanya kepada diri gue sendiri. Apa benar dia yang selama ini gue cari? dan Apakah dia akan menjadi bagian dari sisa hidup gue atau dia hanya akan menjadi sebuah bab yang akan gue tulis di dalam sebuah buku yang bukan lain seperti Mercy?

Banyak orang bilang cara terbaik untuk melupakan seorang wanita adalah menulisnya kedalam sebuah buku. Sekarang, gue sedang menulis sebuah buku tentangnya dan untuk menulis sepatah kata pun rasanya sangat berat.

Dan...

Sementara itu...

Rindu ini menyayat hati gue semakin dalam.

Thursday, October 27, 2016

It's my chat

Wah gila! Gue kangen blog ini!

This is so weird.

Seharusnya sekarang gue lagi nyari referensi design buat proyek game android terbaru gue. Eh malah gak sengaja buka blog ini. Kangen sumpaaaaahhh kampret! Sebenernya, sebelum gue nulis tulisan ini, gue baru aja ngirim email tugas ke temen gue sekalian ngecek gmail gue. Kali aja ada job buat gue gitu (ngarep setengah mati). Taunya malah gak ada.

Gue buka tab social, malah ada notifikasi email buat tukeran link di blog ini. Ya, akhirnya gue buka blog ini and... FAK! GUE KANGEN BANGET SAMA BLOG INI!

Ini bener-bener aneh banget. Gue merasa dipanggil oleh blog ini. Kayak yang minta dimanjain gitu. Mungkin kalo blog ini bisa ngomong dan berjenis kelamin cewek percakapan antara kita akan terjadi seperti ini :

Blog Gue yang Bisa Ngomong dan Berjens Kelamin Cewek disingkat  BGBNBKC (buset panjang amat).

Gue si Blogger Keren atau bisa disingkat GOBLOK.

Entah kenapa bahkan diblog gue sendiri gue lebih memilih singkatan bego seperti ini.

BGBNBKC : Rifqi, JAMAH AKU RIFQI JAMAH AKU!

GOBLOK :  Maaf, BGBNBKC. Tapi, aku nggak bisa!

BGBNBKC : Tapi...sudah lama kita tidak berhubungan. Aku ingin kita lebih serius!

GOBLOK : Tapi... tetep aku gak bisa...

BGBNBKC : KENAPA RIFQI?!

GOBLOK : SOALNYA LO BUKAN CEWEK BENERAN, KAMPRET!

Yah, begitulah. Sempat ada konflik batin, namun semuanya bisa teratasi. Karena gue GOBLOK (Gue si Blogger Keren).

Tapi, serius sih. Gue emang kangen nulis di blog ini. Sejak gue nulis tulisan ini dari awal rasanya gue dilempar jauh ke masa SMP. Masa yang mengandung banyak memori yang gak bisa gue lupakan begitu aja.

Memang apa yang bisa kita lakukan terhadap memori-memori yang memaksa untuk diingat?

Melupakan? It's not that easy. Kita ini diciptakan oleh Tuhan untuk selalu mengingat.

Gue juga jadi kangen saat masa dimana dari sekolah gue selalu mikirin apa yang nanti gue akan tulis dirumah? Tulisan apa ya yang nanti bakal gue sajikan untuk pembaca blog gue? Gue juga selalu excited dan penasaran dengan apa yang akan terjadi setiap harinya dan kejadian apa yang bisa gue tulis untuk nantinya gue bagi disini.

Sekarang gue udah jarang banget kayak gitu. Boro-boro mikirin blog. Kerjaan aja kadang lupa dikerjain beres sekolah. Tapi, beginilah hidup. Gue yang sekarang bukanlah gue yang SMP dulu. Sewaktu itu, waktu gue masih terhitung banyak daripada yang sekarang. It means gue berkembang. Gue harus tetep bergerak maju. Menjaga kestabilan.

Gue jadi inget apa yang dikatakan oleh kakek Einstein sewaktu masih hidup (yaiyalah! masa sewaktu dia mati!),

"Hidup ini seperti sepeda, agar tetap seimbang anda harus terus bergerak."

Kakek Einstein memang jenius. Pantes aja palanya botak separo. Kebanyakan mikir.

Makanya, gue mungkin banyak berubahnya. Little bit lebih membosankan atau sekarang tulisan gue juga gak lucu-lucu amat. Ya, bodo amat deh yang penting sekarang gue nulis. Menyampaikan apa yang memang ingin disampaikan. Sesimpel itu.

Gue gak mau maksa-maksa dan try to be funny setiap nulis postingan di blog ini. Karena, komedian juga gak ngelawak di setiap waktu. Memangnya perilaku Sule ketika dia perform di sebuah acara TV akan sama ketika dia berada di rumah.

Jawabannya : enggak.

Kenapa? Ya bayangin aja misalnya ketika istrinya lagi masak. Kalau perilaku Sule sewaktu perform dan dirumah itu sama mungkin akan terjadi seperti ini.

*istri sule lagi masak*

IS (Isi Sule) : Mas, hari ini mau dimasakin apa?

Lalu, Sule datang dari kejauhan mendekati istrinya lalu ngejorokin istrinya ke dalem lubang wastafel dan bilang

Sule : Astagfirullah! Aduh mama kalau jalan liat liat dong!

Bukannya lucu, yang ada besoknya malah dikebiri. Sadis.

Sebenernya, alasan gue jadi jarang blog juga karena gue males. Jujur, sekarang gue males banget buka browser cuma buat main sosial media atau searching-searching gak jelas. Ya, kadang browser ini gue buka ketika gue pengen nyari tugas aja atau kalau ada problem ketika gue buat suatu aplikasi entah itu android atau dekstop. Ya, baru gue buka ini browser.

Terus waktu gue kemana dong?

Kebanyakan sih gue pake tidur sama ngerjain proyek yang HARUS SELESAI DESEMBER INI! WHAT THE DUCK!

Yak, hidup sebagai programmer memang berat. Gara-gara kayak gini, temen gue juga jadi sedikit. Biasanya dulu waktu SMP gue bisa kenal orang-orang dari yang dekat sampai yang jauh bener-bener jauh sampai beda pulau. Sekarang, koneksi gue malah bisa dibilang sedikit sih. Sekarang gue juga jadi kurang update sama tren-tren masakini.

Hah. Sudahlah, ikhlaskan saja.

Anyway, proyek aplikasi gue yang baru ini namanya "Programmer's Life". Aplikasi ini adalah game tycoon gitu kayak tahu bulat but it's definitely different. Dari mulai fitur dan lainnya. Tapi, gamenya tetap mengarah ke manajemen keuangan dan waktu. Okay, here's the screenshot.




Nah, itu proyek game yang gue buat. Sejauh ini sih designnya udah hampir selesai. Tinggal sistem gamenya aja. Insya allah game ini selesai di bulan Desember versi beta nya. Untuk yang udah jadinya entahlah gue masih belom mikirin. Maunya gue sih kalau nanti gue rilis di playstore semuanya udah selesai dan gak ada bug huhu.

Udah dulu deh. Gue cuma mau cerita itu doang.

Cerita soal kangen-kangenan sama proyek game terbaru gue (Doakan kelar ya!). Next time , gue mau cerita-cerita lagi sih. Nanti kalau gue sempet gue update dimari.

Yuk, Rifqi Akram capcus!

Thursday, August 18, 2016

My blog birthday!

Wah, tt's August 18th, 2016!

Ini ulang tahun blog gue!

Gila. Gak kerasa aja ternyata udah 3 tahun gue ngeblog. Rasanya baru kemarin-kemarin gue ngeblog. Gue masih inget banget ketika gue ngeblog untuk pertama kalinya. Tulisan gue masih aneh abis Gak rapi dan bener-bener gak enak dipandang.

Untungnya, dulu guenya enak dipandang.

Seiring berjalannya waktu tulisan gue mulai berkembang. Mulai agak rapih. Walaupun EYDnya gak bagus-bagus amat. Yah, setidaknya gak bikin otak orang mencret. Paling bocor dikit. Sampai akhirnya, gue coba buat naskah buku (walaupun belom dikirm-kirim sampai sekarang). Semnjak itu gue jadi pengen tahu lebih soal dunia penulisan.

Bisa dibilang pada titik itu, gue jatuh cinta dengan dunia menulis.

Lalu, tahun ini gue sekarang mulai merangkak ke dunia penulisan skenario. Yah, walaupun masih nulis-nulis aja sih. Belum ada yang gue realisasikan. Susah, bok. Nyari pemeran, set kamera, editing. Wuah buanyak banget yang harus dilakuin. But, i knew that would be very very interesting. Bisa dibilang itu bagian ramenya.

Sejak itulah akhirnya impian gue bertambah lagi.

Gue pengen jadi sutradara.

Serius.

Jujur, blog ini juga udah banyak banget membantu gue. Mau nampung curhatan-curhatan gue yang mampu mematikan tujuhbelas gajah dewasa sekaligus. Gue denger juga ada yang setelah baca tulisan gue ada yang sampe impoten. Itu serem abis sih. Kasian dia. Gara-gara baca blog gue masa depannya hancur.

Terima kasih sudah mau untuk menampung kisah cinta gue yang kebanyakan gagal (atau semuanya emang gagal). Dari mulai gue SMP sampai kelas tiga smk sekarang. Bagi gue, blog ini sudah menjadi temen terbaik gue selama tiga tahun ini dan gue bener-bener love this blog. Damn! I really-really love this blog.

Thank you for everything that you give to me!

It's so meaningful for me.

Thank you for being my best friend about 3 years.

Gue harap kedepannya gue bisa lebih sering lagi ngeblog disini. Tetep update cerita-cerita bego gue disini dan gue juga berharap kalian kuat untuk membaca tulisan-tulisan gue disini. Awas, impoten.

Thank you again, my best friend.

Seriously, thanks.