Showing posts with label lagi bener. Show all posts
Showing posts with label lagi bener. Show all posts

It's my chat

Wah gila! Gue kangen blog ini!

This is so weird.

Seharusnya sekarang gue lagi nyari referensi design buat proyek game android terbaru gue. Eh malah gak sengaja buka blog ini. Kangen sumpaaaaahhh kampret! Sebenernya, sebelum gue nulis tulisan ini, gue baru aja ngirim email tugas ke temen gue sekalian ngecek gmail gue. Kali aja ada job buat gue gitu (ngarep setengah mati). Taunya malah gak ada.

Gue buka tab social, malah ada notifikasi email buat tukeran link di blog ini. Ya, akhirnya gue buka blog ini and... FAK! GUE KANGEN BANGET SAMA BLOG INI!

Ini bener-bener aneh banget. Gue merasa dipanggil oleh blog ini. Kayak yang minta dimanjain gitu. Mungkin kalo blog ini bisa ngomong dan berjenis kelamin cewek percakapan antara kita akan terjadi seperti ini :

Blog Gue yang Bisa Ngomong dan Berjens Kelamin Cewek disingkat  BGBNBKC (buset panjang amat).

Gue si Blogger Keren atau bisa disingkat GOBLOK.

Entah kenapa bahkan diblog gue sendiri gue lebih memilih singkatan bego seperti ini.

BGBNBKC : Rifqi, JAMAH AKU RIFQI JAMAH AKU!

GOBLOK :  Maaf, BGBNBKC. Tapi, aku nggak bisa!

BGBNBKC : Tapi...sudah lama kita tidak berhubungan. Aku ingin kita lebih serius!

GOBLOK : Tapi... tetep aku gak bisa...

BGBNBKC : KENAPA RIFQI?!

GOBLOK : SOALNYA LO BUKAN CEWEK BENERAN, KAMPRET!

Yah, begitulah. Sempat ada konflik batin, namun semuanya bisa teratasi. Karena gue GOBLOK (Gue si Blogger Keren).

Tapi, serius sih. Gue emang kangen nulis di blog ini. Sejak gue nulis tulisan ini dari awal rasanya gue dilempar jauh ke masa SMP. Masa yang mengandung banyak memori yang gak bisa gue lupakan begitu aja.

Memang apa yang bisa kita lakukan terhadap memori-memori yang memaksa untuk diingat?

Melupakan? It's not that easy. Kita ini diciptakan oleh Tuhan untuk selalu mengingat.

Gue juga jadi kangen saat masa dimana dari sekolah gue selalu mikirin apa yang nanti gue akan tulis dirumah? Tulisan apa ya yang nanti bakal gue sajikan untuk pembaca blog gue? Gue juga selalu excited dan penasaran dengan apa yang akan terjadi setiap harinya dan kejadian apa yang bisa gue tulis untuk nantinya gue bagi disini.

Sekarang gue udah jarang banget kayak gitu. Boro-boro mikirin blog. Kerjaan aja kadang lupa dikerjain beres sekolah. Tapi, beginilah hidup. Gue yang sekarang bukanlah gue yang SMP dulu. Sewaktu itu, waktu gue masih terhitung banyak daripada yang sekarang. It means gue berkembang. Gue harus tetep bergerak maju. Menjaga kestabilan.

Gue jadi inget apa yang dikatakan oleh kakek Einstein sewaktu masih hidup (yaiyalah! masa sewaktu dia mati!),

"Hidup ini seperti sepeda, agar tetap seimbang anda harus terus bergerak."

Kakek Einstein memang jenius. Pantes aja palanya botak separo. Kebanyakan mikir.

Makanya, gue mungkin banyak berubahnya. Little bit lebih membosankan atau sekarang tulisan gue juga gak lucu-lucu amat. Ya, bodo amat deh yang penting sekarang gue nulis. Menyampaikan apa yang memang ingin disampaikan. Sesimpel itu.

Gue gak mau maksa-maksa dan try to be funny setiap nulis postingan di blog ini. Karena, komedian juga gak ngelawak di setiap waktu. Memangnya perilaku Sule ketika dia perform di sebuah acara TV akan sama ketika dia berada di rumah.

Jawabannya : enggak.

Kenapa? Ya bayangin aja misalnya ketika istrinya lagi masak. Kalau perilaku Sule sewaktu perform dan dirumah itu sama mungkin akan terjadi seperti ini.

*istri sule lagi masak*

IS (Isi Sule) : Mas, hari ini mau dimasakin apa?

Lalu, Sule datang dari kejauhan mendekati istrinya lalu ngejorokin istrinya ke dalem lubang wastafel dan bilang

Sule : Astagfirullah! Aduh mama kalau jalan liat liat dong!

Bukannya lucu, yang ada besoknya malah dikebiri. Sadis.

Sebenernya, alasan gue jadi jarang blog juga karena gue males. Jujur, sekarang gue males banget buka browser cuma buat main sosial media atau searching-searching gak jelas. Ya, kadang browser ini gue buka ketika gue pengen nyari tugas aja atau kalau ada problem ketika gue buat suatu aplikasi entah itu android atau dekstop. Ya, baru gue buka ini browser.

Terus waktu gue kemana dong?

Kebanyakan sih gue pake tidur sama ngerjain proyek yang HARUS SELESAI DESEMBER INI! WHAT THE DUCK!

Yak, hidup sebagai programmer memang berat. Gara-gara kayak gini, temen gue juga jadi sedikit. Biasanya dulu waktu SMP gue bisa kenal orang-orang dari yang dekat sampai yang jauh bener-bener jauh sampai beda pulau. Sekarang, koneksi gue malah bisa dibilang sedikit sih. Sekarang gue juga jadi kurang update sama tren-tren masakini.

Hah. Sudahlah, ikhlaskan saja.

Anyway, proyek aplikasi gue yang baru ini namanya "Programmer's Life". Aplikasi ini adalah game tycoon gitu kayak tahu bulat but it's definitely different. Dari mulai fitur dan lainnya. Tapi, gamenya tetap mengarah ke manajemen keuangan dan waktu. Okay, here's the screenshot.




Nah, itu proyek game yang gue buat. Sejauh ini sih designnya udah hampir selesai. Tinggal sistem gamenya aja. Insya allah game ini selesai di bulan Desember versi beta nya. Untuk yang udah jadinya entahlah gue masih belom mikirin. Maunya gue sih kalau nanti gue rilis di playstore semuanya udah selesai dan gak ada bug huhu.

Udah dulu deh. Gue cuma mau cerita itu doang.

Cerita soal kangen-kangenan sama proyek game terbaru gue (Doakan kelar ya!). Next time , gue mau cerita-cerita lagi sih. Nanti kalau gue sempet gue update dimari.

Yuk, Rifqi Akram capcus!

Kalau Tukang Sampah Bosen Sama Pekerjaannya, Gimana?



Setiap mau berangkat sekolah, gue selalu punya kebiasaan yang selalu gue lakukan. Buang sampah.

Enggak-enggak, gue gak buang diri gue sendiri. GUE BUKAN SAMPAH, KAMPRET!

Oke, untuk yang beum tahu, nyokap gue adalah orang yang seneng banget jualan masakan. Nyokap gue saat ini jualan nasi di sekolah adek gue. Jadi, setiap pagi sebelum berangkat sekolah, gue selalu disuruh oleh nyokap gue untuk membuang sampah dan SAMPAHNYA KADANG BANYAK BANGET! 

Tempat pembuangan sampah akhir dirumah gue memang tidak terlalu jauh. Jadi, ya gue sempet-sempet aja untuk buang sampah. Walaupun kadang ketika gue sampai ke tempat pembuangan sampahnya badan gue kerasa ketarik-tarik gitu ke kerumunan sampah.

Jangan-jangan semuanya bener.

Gue memang sampah (lho?!)

Tadi pagi, seperti biasa gue melakukan rutinitas gue sebelum berangkat sekolah. Buang sampah. Pagi itu bener-bener dingin. Cuaca saat itu mendukung untuk melanjutkan tidur kembali. Tapi, ya gue juga harus sekolah. Gue harus pintar. Biar suatu saat nanti gue bisa memperbaiki negeri ini menjadi lebih baik.

Gue pun akhirnya membuang sampah rumah tangga itu ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pagi itu gue melihat Pak Rahmat. Dia adalah orang yang mengelola sampah di tempat pembuangan itu. Pak Rahmat adalah orang yang sangat baik, murah senyum dan ia sangat gemar memelihara kumisnya hingga lebat. 

"Assalamu'alaikum, pak ini punten ada sampah dari rumah." Kata gue.

Pak Rahmat yang gemar memelihara kumis itu hanya tersenyum. Kumisnya lebat sekali. Saking lebatnya bahkan saat ia tersenyum, gue hanya melihat kumisnya saja yang bengkok.

"Wa'alaikumsalam, iya simpen aja disana." Katanya sambil menunjuk tempat gue berdiri. "Nanti saya urus. Terima kasih ya dek." Lanjutnya.

"Sama-sama, pak. Wah tapi harusnya saya pak yang bilang terima kasih. Sudah mengurus sampah  kami. Padahal, kami tidak pernah mengurus sampah bapak." Kata gue.

Pak rahmat hanya bisa tersenyum.

Gue akhirnya meninggalkan Pak Rahmat dan langsung berangkat ke sekolah.

Di angkot tiba-tiba terbesit sebuah pertanyaan yang membuat gue menjadi lebih menghargai tukang sampah. Pertanyaan itu adalah...

"Gimana kalau semua tukang sampah di seluruh dunia bosan dengan pekerjaannya dan sampai akhirnya dunia ini tidak ada orang yang berprofesi sebagai tukang sampah?"

Pernah gak sih kalian berpikir, kalau gak ada tukang sampah bagaimana?

Selama ini kita asik-asik aja beli barang dan membuang sampah bekasnya secara seenaknya. Buang sampah seolah tanpa pikiran "Nanti setelah gue buang sampah, sampah ini bakal diapain ya?". Contoh kecilnya aja disekolah lo atau mungkin bagi yang sudah kerja di kantor lo pernah gak sih kepikiran semua sampah-sampah yang udah lo buang itu siapa yang angkutnya sampai ke TPA. Emang itu sampah terbang sendiri ke TPA? Sampahnya tiba-tiba punya sayap gitu terus malem-malem ketika semua udah tidur beterbangan ke TPA.

Enggak lah.

Kita cuma tau pokoknya dateng lagi kesana sampah semuanya udah bersih. Tong sampah semua kosong. Siap untuk diisi kembali dan kita sendiri gak peduli siapa yang angkut sampah itu, siapa yang mengelola sampah itu. Kita semua bisa dibilang tidak peduli dengan sampah.

Mirisnya di Indonesia, masih banyak banget orang yang membuang sampah sembarangan. Gak peduli akan akibatnya. Gak peduli siapa yang akan membersihkannya. Giliran udah dateng banjir aja yang disalahin pemerintah. Aduh, manusia.



WAKE UP, GUYS! IT IS 2016. Udah gak jaman lagi buang sampah sembarangan.

Jangan cuma sibuk dengan apa yang kalian kerjain. Pikirkan juga soal lingkungan sekitar kalian.  Ayo sayangi lingkungan kalian dan kita buat Indonesia menjadi negara yang bersih dan bebas dari sampah!

Jaman sekarang, banyak orang yang berpikiran bahwa "Gak mungkin kita buat Indonesia jadi bersih lagi. Udah gak ketolong.". Well, ITU SEMUA SALAH. YES, WE CAN! KITA SEMUA BISA MEMBUAT INDONESIA MENJADI NEGARA TERBERSIH!

Kita gak perlu langkah besar-besaran untuk membuat semua itu terwujud. Kita cuma perlu langkah kecil yang bisa kita lakukan untuk diri kita sendiri yaitu kesadaran akan mencintai lingkungan sekitar kita. Ketika kita sudah sadar akan lingkungan sekitar otomatis lingkungan sekitar kalian juga akan bersih dan terjaga. Gak perlu seluruh Indonesia kalian bersihkan. Cukup mulai dari kota kalian masing-masing saja.

Inget, kota kalian aja yang deket. Jangan seluruh Indonesia kalian bersihin. Capek, bok.

Gue sendiri selalu memimpikan sebuah kota yang benar-benar ramah lingkungan. Kota yang aman dari sampah. Kota dengan taman yang banyak. Lingkungannya sejuk banyak pohon. Gue selalu membayangkan semua hal itu. Karena, sebagai penulis, gue hanya dapat bisa menulis dengan asik kalau lingkungan sekitar gue udah bersih.

Gue sendiri, setiap mau menulis blog di http://rifqiakram.blogspot.com, gue selalu memperhatikan lingkungan sekitar gue atau workspace menulis gue. Dari mulai kebersihan sampai kerapihan. Karena, jujur, kalau gue menulis dengan keadaan lingkungan sekitar gue kotor, gue tidak pernah bisa konsentrasi menulis. Tulis satu paragraf - hapus - tulis satu paragraf - hapus. Gitu aja terus sampe Monalisa punya anak dua.

Makanya, setiap gue menulis gue pasti cari tempat yang asik dan tentunya bersih. Gue yakin kalau kalian juga penulis, pasti kita merasakan hal yang sama.

Jadi, sekarang gue tanya...

Siapkah kalian merealisasikan kota ramah lingkungan kalian sendiri?

Don't let your dream just be dream, guys! :)

Tentang Kematian

Okay i think i must tell you about this .

It's about something that makes me little confused.

Pernah gak sih kita berpikir tentang kematian? Selama ini gue menganggap bahwa gue jauh dari kematian. Gue pikir "Ah tenang aja. Gue masih muda umur gur masih 16 tahun. Gue akan mati ketika tua.". And well, i think i've been made a mistake. Ternyata, gue salah besar.

Kematian bisa datang dari mana saja. Kapan saja. Bisa aja setelah gue selesai menulis, tiba-tiba malaikat izrail ada disamping gue. Meminta izin untuk mencabut nyawa. Bisa aja ketika gue kebelet kencing, gue berlari ke kamar mandi tiba-tiba gue kepeleset. Kepala gue jatuh nyium sudut tembok, terus bocor. Lalu, gue mati tergeletak kehabisan darah.

Gila.

Orang-orang memiliki cara meninggal yang bermacam-macam. Ketika gue sedang menulis ini, gue baru saja menonton orang yang mati karena digigit tikus di TV. Awalnya, gue pikir "Ah mustahil, masa digigit tikus doang mati.". But, i've confirmed on google about people who died by mouse bites. Memang bener. Tubuhnya banyak luka. Perutnya bocor. Kemarin gue mampir ke rumah saudara, tante gue tiba-tiba minta izin ke nyokap buat pergi sebentar. Sedikit heran, gue tanya nyokap kemana tante gue pergi.

"Itu ada tetangganya meninggal. Mau ngelayat." Kata nyokap.

Setelah itu gue tanya meninggalnya kenapa. Nyokap gue langsung menjawab dia meninggal hanyut di sungai. Habis ospek PASKIBRA katanya and dia seumuran sama gue. Ketika gue mendengar alasan kematian si tetangga itu dari nyokap gue mendadak diem. Gue anggukan kepala gue perlahan. Terus ngelamun.

Gue selalu berpikir ketika gue sudah besar nanti gue akan sukses. Gue mau ngebahagian kedua orang tua gue. Gue pengen do the best for the rest of their life. Tapi, setelah mendengar itu gue jadi mikir lagi. Gimana kalau gue mati muda? Mati tanpa belum menjadi apapun. Apa bisa gue membuat mereka bahagia?

Kita sering lupa tentang kematian. Kita ketawa, kita jalan sama orang-orang, kita kerja, kita mencintai seseorang tapi kita gak ingat sama sekali tentang kematian. Seolah kematian itu adalah hal yang tidak penting dalam hidup kita dan kita secara tidak segaja 'mengabaikan' keberadaannya. Kematian menyadarkan kita bahwa hidup ini gak selamanya ada dan kita semua gak abadi


Dulu ketika gue masih berada di kelas 3 SMP di bulan Februari one of the best friend that i have Aprana gue dapet kabar dari dia bahwa bokapnya meninggal. Jujur, ketika mendapat kabar itu gue kaget. Bener-bener kaget. Gue ingin banget pergi ke rumahnya. But, hari itu motor lagi dipake bokap. Bokap juga belum pulang. Hari sudah malam sewaktu gue mendapat kabar itu. Sedikit bimbang, akhirnya gue putuskan gue akan melayatnya besok dengan teman-teman gue yang lain ke tempat pemakaman almarhum bokapnya.

Besoknya gue langsung ke pemakaman dengan teman sekelas gue. Sesampainya disana banyak banget orang yang datang. Bukan hanya teman sekelas gue, tapi teman-teman kantor almarhum dan para kerabatnya juga ikut hadir untuk melihat saat-saat terakhir beliau. Gue memandang sekeliling gue banyak orang berdesak-desakan datang sampai kebingungan mencari tempat parkir hanya untuk melihat bokapnya Aprana. 

Jujur, ketika gue melihat semua itu gue langsung berpikir jika suatu saat nanti gue mati, apa bakal banyak ya orang-orang yang melayat gue? Berdesak-desakan sampai kebingungan mencari tempat parkir hanya untuk melihat gue disaat-saat terakhir?

Gue sendiri (amit-amit) gak mau sampai enggak ada yang melayat gue. Gak ada orang yang mau mengantar gue ke tempat peristirahatan terakhir dan sampai akhirnya gue hanya akan dilupakan. Kuburan gue lama-lama akan menjadi tanah yang benar-benar rata karena tidak terurus. 

Kematian membuat gue berpikir untuk membuat sesuatu yang tak terlupakan. Sesuatu yang membuat gue abadi di dunia ini dan kematian juga membuat gue berpikir bahwa gue gak perlu menjadi sukses untuk membahagiakan orang tua gue. 

Dan pertanyaan gue untuk saat ini apakah gue sudah membuat kedua orang tua gue cukup bahagia?

Sampai saat ini gue masih belum bisa menjawab pertanyaan itu.

Mas, mana pacarnya?

Entah kenapa akhir-akhir ini tiap ketemu orang gue sering ditanyain soal pasangan. Ketemu temen di sekolah ditanyain gini "Ki, kapan punya pacar?", ketemu sodara ditanyain "Ki, udah punya pacar?", Liat sosial media juga ditanyain "Ki, kenapa masih jomblo". Ngeliat gitu gue pingin jawab.



MENURUT ELOH?! KELIATANNYA GIMANA BAJINGAN?!

Lama-lama gue kesel juga ditanyain kek begituan mulu. Paling parah, hari minggu ketika gue belanja ke warung gue melihat si abang-abangnya lagi makan. Gue sudah ada di depan dia. Gue sendiri diem, memaklumi dia yang lagi makan.

"Duh, bentar ya dek. Tanggung. Belom makan dua hari." kata si abang ngaco.

"Oh iya. Piringnya dimakan sekalian atuh biar kenyang."

"Ah si adek bisa aja"

Setelah selesai dia makan gue sebutkan apa yang mau gue beli. Ketika dia mengambilkan barang yang gue inginkan dia bilang.

"Wah minggu sendirian aja nih?" Kata dia sambil nyengir dikit "Enggak pergi sama pacar?" lanjutnya.

Anjis. INI KENAPA SAMPE ABANG-ABANG GROSIR SAMPE NANYA JUGA?!. Gue menghela nafas bentar. 

"Haha" gue ketawa garing "Iya nih, masih cari yang pas."

"Ah iya bener. Kalo longgar kan entar gak enak juga ya hahaha." Kata si abang mesum sambil memberikan belanjaan gue.

"Tapi bukan itu maksudny-"

"Ah iya-iya. Abang ngerti kok. Semangat nyarinya!" 

Sinting! Teriak gue dalem hati.

Kalau gue pikir emang sih gue sedikit cuek soal cewek. Buat gue pasangan di saat-saat seperti ini kurang berarti buat gue. Lagian, gue ini orang sibuk. Sibuk nyari pasangan cowok.

Beneran.

EH ENGGAK SUMPAH! SALAH NULIS GUE!

Enggak, enggak. Maksud gue, sibuk sama urusan sekolah. Gue sendiri untuk sekarang belum ada niat buat pacaran. Bukannya gue homo. Gue cuma takut si dia gak bakal keurus. Blog gue aja kemarin-kemarin enggak keurus. Jangankan ngurus blog, ngurus ketek aja gue gak bisa. Dan sekarang gue harus ngurusin cewek. Oh no, 3 bulan kemudian kayakya udah jamuran.

Gue sendiri memang belum ada niatan untuk berpacaran. Untuk sekarang gue pikir nanti aja gue pacaran ketika gue udah lulus SMA atau enggak ketika gue memang sudah serius berencana untuk lebih jauh lagi dari sekedar "pacaran" dan prinsip gue sekarang siapa yang datang ya gue "hajar". 

Bukan ditonjok maksud gue. Tapi, gue welcome aja. Ngajak jalan, oke. Ngajak ngobrol, oke. Jujur, gue mikirnya cewek itu perlu di urus. Percuma aja gue pacaran kalo chat si dia jarang gue bales. Tiap minggu juga minimal kita harus ketemuan 1 bulan sekali. Masalahnya, ini tugasnya gak selesai-selesai loh, bok. Liburan aja dikasih tugas bejibun. Gimana mau jalan dengan nyaman. Menurut gue, gak lucu aja ketika kita asik-asik jalan lalu gue tiba-tiba teriak. 

"AH! TUGAS SEJARAH AKU BELUM SAYANG! AKU DISURUH SALTO DEKET LUBANG BUAYA!"

Gue malah kasian sama ceweknya.

Ya, kecuali kalau ada cewek yang mau digituin. Kontak gue ya kalo ada yang mau (lho?!).

Gue sendiri tidak mau jadi cowok yang tidak peduli dengan pacarnya. Karena hanya masalah yang sebenarnya gak sepele-sepele amat sih.

Sibuk sama tugas.

Karena, gue sendiri gak mau menimbulkan goresan luka dalam hatinya. Luka luar mungkin akan sangat mudah untuk kering dan sembuh. Namun, luka dalam, terutama dalam hati bisa jadi tak akan pernah kering dan sembuh.

Perkembangan Komedi di Indonesia


Gue sangat suka dengan komedi. Menurut gue komedi adalah hal yang terpenting di dunia ini. Bisa dibilang kalau enggak ada komedi mungkin dunia ini akan sangat datar, gak menarik, semua orang akan sangat serius. Mungkin ketika kita berada di dunia yang enggak ada komedi kita harus berfikir dua kali untuk ngejailin seseorang.

Secara konsekuensinya bisa macem-macem. Mungkin ketika kalian ngejailin seseorang di dunia seperti itu, kalian bisa aja dibacok secara cuma-cuma. Gila! Dibacok, men!. Lo bayangin ketika lo ngelempar petasan ke arah kepala mereka lalu mereka bilang.

"ANJING SETAN!" Teriaknya. 

"WOY SIAPA YANG NGELEMPAR PETASAN! GUE BACOK MAMPUS LO! GUE LEDAKIN KEPALA LO! GUE KELUARIN ISI PERUT LO! MAMPUS! MATI LO! MATI!"

Gue yakin setelah ketahuan mungkin anggota tubuh lo udah nyecer kemana-mana.

Mampus.

Gue harap gue tidak pernah hidup di dunia seperti itu. 

Anyway, selain itu, gue juga menyukai komedi because laughs make us know each other. Setelah gue ingat-ingat sahabat-sahabat gue, semuanya gue kenal dengan cara ketawa bareng-bareng. Gue masih inget ketika gue belum kenal satu sama lain. Gue kan orangnya malu-malu. Disenggol dikit muka merah, disapa dikit muka merah, ditabok dikit gue tabok balik. Ah gitu deh. Tapi, akhirnya gue bisa kenal dengan mereka gara-gara ngomongin masa kecil doang.

Gue masih inget ketika gue kenalan dengan salah satu sahabat gue, gue nyeritain bahwa dulu sering berkeliaran diluar rumah cuma pake kaos kutang sama celana dalem, suka main dicomberan, naik-naik pohon sampe pipis di depan rumah orang.

"Wah serius qi?! Hahaha!. Kalo lo lakuin dimasa sekarang lu mau gak?"

"GILA! GUE BISA DIKEROYOK MASSA!"

Setelah itu tertawanya makin keras.

Percakapan itu gue jadi bersahabat dengan baik dengan dia. Look, now comedy make us know each other. Komedi itu unik ternyata. Bisa membuat kita mengenal orang yang belum kita kenal. Cuma dengan cara yang simpel. Tertawa bersama.

***
Ngomongin soal komedi, 10 tahun terakhir ini gue lihat perkembangan komedi indonesia semakin beragam. Dari mulai komedi yang tradisional seperti lenong, komedi slapstick yang sering dilakukan sule, andre sampai komedi yang lagi kekinian saat ini. Stand Up Comedy.

Okay, let me start from the beginning.

Kita mulai dari komedi yang sangat tradisional sekali atau gue bisa bilang ini adalah teknik komedi asli Indonesia. Lenong. Jujur, gue sendiri tidak terlalu mengenal lenong secara jauh. Gue sendiri dulu hanya pernah menonton lenong secara sekilas. Tapi yang jelas ketika gue melihat Bolot, Mandra, Omas, dkk gue selalu tertawa melihat lawakan mereka yang kadang bener-bener ekstrem sampai gue bisa ngakak guling-guling.


Mastur, Omaswati, dan Mandra.


Pelawak yang kupingnya nyangkut dirahim sewaktu lahir.
Lawakan mandra dan omas yang ceplas-ceplos dan lawakan bolot yang bener-bener budeg kadang bikin gue nyengir-nyengir sendiri. Bahkan sampai sekarang gue juga masih sering dibuat ketawa oleh tingkah bolot yang bener-bener budeg di salah satu acara TV bernama Indonesia Lawak Klub. Kalau boleh jujur,  mereka selalu berhasil membuat gue tertawa dari sejak kecil bahkan sampai sekarang.

Seiring perkembangan zaman pada tahun 2002 munculah pembawaan komedi yang baru di Indonesia. Sitkom atau bisa gue sebut serial TV mungkin bukan hal yang aneh lagi untuk kalian para penikmat komedi. Di tahun 2002 ini muncul sebuah sitkom bernama Bajaj Bajuri.



 Duo sejoli yang membuat masa kecil gue semakin bego.

Ketika masih berumur 6 tahun, acara tv yang paling gue senangi selain Spongebob adalah Bajaj Bajuri. Jujur, kelucuan yang dibuat mat solar, rieke diah pitaloka dan nani wijaya selalu bisa memancing gue untuk tertawa lebih keras. Gue berpikir bahwa mereka semua mempunyai karakter masing-masing yang menurut gue lucu. Seperti Mat Solar yang berperan sebagai Bajuri yang sering disalahkan oleh emak yang diperankan oleh Nani Wijaya atas segala kelakuan yang Bajuri buat sapai dengan kebodohan dan pura-pura begonya Oneng yang diperankan oleh Rieke.

Semua kolaborasi itu akhirnya dapat membuat kita tertawa semakin kencang. Kalau gue buat list sitkom terbaik yang pernah gue tonton mungkin Bajaj Bajuri akan berada di peringkat pertama. Di Indonesia sekarang juga sudah mulai banyak sitkom-sitkom yang gak kalah lucu dengan Bajaj Bajuri. Seperti Malam Minggu Mikonya Raditya Dika, Tetangga Masa Gitu yang diperankan oleh Chelsea Islan dan Deva Mahendra dan masih banyak lagi.

Pernah menonton sule, andre dkk bermain disebuah acara tv Opera Van Java (OVJ)? Mungkin kalian udah gak asing lagi dengan istilah slapstick comedy. Slapstick comedy itu adalah lawakan yang mudah dicerna dan biasanya identik dengan tiga hal derita, celaka, dan aniaya. Tapi, setelah gue teliti banyak orang-orang yang memandang rendah jenis komedi ini.



Menurut gue, sekarang-sekarang ini komedi slapstick mulai sedikit pudar.

Banyak orang yang berasumsi bahwa komedi itu "selalu" membawa pesan moral untuk para penontonnya. Padahal, menurut gue itu salah. Komedi sendiri memiliki arti suat karya yang lucu yang bertujuan menghibur dan menimbulkan tawa. Sebenarnya, tidak pernah dikatakan bahwa komedi itu harus membawa pesan moral. Hal itu hanya kita yang membuat. Karena, seiring dengan perkembangan zaman dan ragamnya jenis komedi membuat kita berpikiran komedi itu harus membawa "pesan moral". Enggak heran sih. Secara, komedi komedi yang sekarang sangat diminati seperti Stand Up Comedy, novel komedi rata-rata membawa pesan moral untuk para penontonnya atau pembacanya. Selain itu ada juga kasus seorang komedian yang tidak disukai karena hinaannya keterlaluan. Hal ini mungkin yang membuat komedi slapstick ini mulai memudar.

Beberapa tahun belakang ini komedi pun semakin berkembang sehingga Raditya Dika, Ernest dkk membawa Stand Up Comedy keranah komedi Indonesia. Menurut gue, mereka berhasil membuat rakyat Indonesia terhibur dengan seni komedi yang baru.


Fico ketika sedang membawakan stand up comedy.

Stand up comedy menurut gue merupakan seni komedi yang cukup baik. Secara selain mengundang tawa stand up comedy juga sekaligus dapat memberikan sindiran-sindiran untuk fenomena yang tidak cukup baik. Seperti menyindir para pejabat yang kurang bener. Bisa dibilang stand up comedy merupakan cara penyampaian komedi dengan cara yang cukup pintar.

Sampai sekarang, dititik ini komedi di Indonesia semakin terus berkembang maju. Apalagi sekarang sudah banyak cara penyampaian komedi. Ada yang lewat video diinstagram, meme, video youtube dan masih banyak lagi media yang dapat kita gunakan untuk menghibur orang lain.

Untuk kalian yang memakai akun Instagram atau Vine mungkin udah gak aneh dengan video-video lucu berdurasi pendek. Kita sebut saja sebuah akun Instagram bernama Indovidgram. Buat kalian yang baru tau Indovidgram gue hanya mengingatkan bahwa itu bukanlah akun jual beli kaos kutang.

Bukan.

Indovidgram itu sebuah akun instagram dimana mereka sering ngeshare video-video berdurasi pendek disana dan bukan hanya komedi aja. Di Indovidgram sendiri mereka punya hashtag masing-masing untuk menyusun video-videonya. Contonya #IVGcomedy.

Selain instagram, sekarang banyak juga orang-orang yang menghibur lewat video blogging (vlog), ada yang menghibur sambil main game, ada juga orang menghibur sambil mainin beraknya sendiri. Ah pokoknya banyak deh. Apalagi sekarang udah zaman teknologi. Segala hal akan terasa sangat mudah. Bahkan untuk nyari pacar sekalipun.

Walaupun sampai sekarang gue jomblo sih.

***

Bisa gue simpulkan komedi di Indonesia semakin lama semakin maju kedepan. Hal ini juga membutikan bahwa orang Indonesia itu adalah orang-orang yang kreatif (atau emang otakya pada miring semua). Secara hal sepele kayak upil aja bisa bikin kita ketawa ngakak. Gue bersyukur bisa tinggal di Indonesia.

Di tahun 2016 ini gue masih gak tau jenis komedi apalagi yang akan masuk keranah komedi di Indonesia. Gue masih menerawang masa depan. Semuanya masih belum keliatan.

Kalau kata Alm. Mama Lauren :

"Duh, semuanya burem. GUE MAU BUTA YA ALLAH! GUE BUTA!!"

Harapan untuk kedepanya gue berharap komedi di Indonesia bakal semakin banyak ragamnya, bikin kita ketawa lebih kencang dan yang paling penting i hope comedy will make us know each other more and more. Ah udah dulu deh gue ngantuk.

See you soon guys!