I HATE YOU NIGAHIGA!

Jujur, gue adalah orang yang sangat membenci film horror. Bagi gue film horror adalah film yang membuat gue bisa mati ketakutan. Jadi, kalau kalian menemukan gue mati dengan mata yang terbuka dan mulut yang berbusa, film horror bisa menjadi tersangka utamanya.

Sewaktu lebaran tahun 2013 lalu, saudara-saudara gue mengajak nonton film The Conjuring. Waktu itu mereka terlihat emphatic banget gitu sama apa yang mereka tonton. Sedangkan gue? Ngeliat teletabis kencing aja mimpi buruk. Apalagi nonton The Conjuring. Gue bener-bener gak tau harus bersikap kayak gimana. Sampai akhirnya gue ditanya.

"Kamu gak takut kan qi nonton film horror." Tanya saudara gue.

Gue pun membusungkan dada, lalu bilang "E-e-enggak kok. Cemen film gituan mah!" Gue pura-pura keren. Padahal mau kencing dicelana.

"Nah, yaudah! Kita komplit nih!"

Mampus gue.

Esoknya kami semua pergi ke 21cinema di Ciwalk dan sepanjang film berjalan gue hanya menonton jaket gue yang gue simpen di kepala. Sumpah, gue takut abis.

Barusan, gue baru aja main youtube dan disana gue menemukan channelnya nigahiga. Disana gue menemukan sebuah video yang awalnya cukup membuat gue merasa berani untuk nonton horror movies. Here's the video.


Ini keren abis!

Awalnya video ini biasa aja. Sampai akhir video ini bener-bener fun. Bikin gue ngakak. But, in the end of the video... HE GIVED ME A JUMPSCARE WTF! BUT, BEFORE THE JUMPSCARE YOU SAID THERE IS NO JUMPSCARE IN THIS VIDEO!

I HATE YOU NIGAHIGA! I HATE YOUUUU!! 

Kemudian mulut gue berbusa.

Jujur, setelah liat jumpscarenya gue bener-bener langsung loncat. SECARA GUE NONTONNYA MALEM-MALEM MEN! PAKE HEADSET LAGI. Oh terkutuklah kau nigahiga. Padahal asalnya gue jadi gak takut lagi sama horror movies. Saat liat jumpscare eh kampret gue malah jadi takut lagi. DAMN IT!

Mampus gue, sekarang udah jam 10 lagi!

Gue tidur dulu deh.

Doakan gue gak mimpi teletabis lagi kencing.

BUNUH AJA GUE, PAK! BUNUH AJA!

Moin moin!

Oke seharusnya, saat ini gue lagi nulis skenario untuk drama di sekolah. Tapi, gue sekarang lagi males banget. Didepan gue udah ada microsoft word tapi daritadi yang gue lakukan cuma nulis satu paragraf -> hapus -> nulis satu paragraf -> hapus. Mondar-mandir di kamar. INI MAU SAMPE KAPAN JADINYA KAMPRET!

Mentok gak ada inspirasi, akhirnya tadi gue malah buka youtube. Ya, inilah mungkin penyebab kenapa naskah gue yang mau di rewrite kagak jadi-jadi. Tapi sumpah hari ini gue gak nyesel buka youtube. Karena, FINALLY GUE NEMU VIDEO INTERVIEW SAPARDI DJOKO DARMONO! YES! PENYAIR IDOLA GUE TUH!


AAAAHHH!!! PAK SAPARDII!! *buka baju*

Berkat interview ini gue jadi penasaran sama puisi-puisi pak Sapardi yang lain. Akhirnya gue mencari puisi-puisi yang diciptakan dan dibaca langsung oleh beliau dan kampretnya gak ketemu-ketemu. Saat itu yang malah gue temuin malah musikalisasi puisinya.

Didorong oleh rasa penasaran, gue akhirnya membuka musikalisasi puisinya pak Sapardi dan...

ANJRIT! PUISINYA BIKIN GUE MELELEH KAMPRETT!

Anyway, musikalisai puisi pak Sapardi yang udah gue liat di youtube cuma dua sih. Pertama, puisinya yang berjudul 'Di Restoran' dan 'Hujan Bulan Juni' dan sumpah dua-duanya bener bener keren. Here's the videos!



Hujan Bulan Juni

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu



Di Restoran

Kita berdua saja, duduk. Aku memesan
ilalang panjang dan bunga rumput --
kau entah memesan apa. Aku memesan
batu di tengah sungai terjal yang deras --

kau entah memesan apa. Tapi kita berdua
saja, duduk. Aku memesan rasa sakit
yang tak putus dan nyaring lengkingnya,
memesan rasa lapar yang asing itu.



AAHHHHH GILA! Pak Sapardi, kalau mau bunuh saya pakai pisau aja. Jangan pake kata-kata. Tajeemmm bangeeettt, pak. BUNUH AKU SEKARANG SAJA, PAK! BUNUH AKU!! 

Sumpah, saat gue mendengar puisinya dimusikalisasi kayak gini bulu kuduk gue langsung berdiri! Gue jadi makin gak ngerti, kenapa sih penyair-penyair itu keren banget, kata-kata yang sebenernya sederhana aja bisa mereka buat jadi keren banget. Sedangkan gue? Boro-boro mau buat puisi bagus. Nulis kayak gini aja bikin orang muntaber. Kemarin gue dapet data 10 orang muntah berak dengan berak beneran. Keluar dari mulut gitu beraknya. Serem abis.

Ah gila pokoknya pak Sapardi keren banget deh. Gue jadi pengen ketemu nih sama beliau. Pengen minta tanda tangan hehe.

***

Anyway, gue baru aja cek twitter dan gue baru tau sekarang hari puisi nasional. So, selamat hari puisi nasional, guys! Pantes aja nih, gue bawaannya pengen baca sama nulis puisi mulu! 

Kalau Tukang Sampah Bosen Sama Pekerjaannya, Gimana?



Setiap mau berangkat sekolah, gue selalu punya kebiasaan yang selalu gue lakukan. Buang sampah.

Enggak-enggak, gue gak buang diri gue sendiri. GUE BUKAN SAMPAH, KAMPRET!

Oke, untuk yang beum tahu, nyokap gue adalah orang yang seneng banget jualan masakan. Nyokap gue saat ini jualan nasi di sekolah adek gue. Jadi, setiap pagi sebelum berangkat sekolah, gue selalu disuruh oleh nyokap gue untuk membuang sampah dan SAMPAHNYA KADANG BANYAK BANGET! 

Tempat pembuangan sampah akhir dirumah gue memang tidak terlalu jauh. Jadi, ya gue sempet-sempet aja untuk buang sampah. Walaupun kadang ketika gue sampai ke tempat pembuangan sampahnya badan gue kerasa ketarik-tarik gitu ke kerumunan sampah.

Jangan-jangan semuanya bener.

Gue memang sampah (lho?!)

Tadi pagi, seperti biasa gue melakukan rutinitas gue sebelum berangkat sekolah. Buang sampah. Pagi itu bener-bener dingin. Cuaca saat itu mendukung untuk melanjutkan tidur kembali. Tapi, ya gue juga harus sekolah. Gue harus pintar. Biar suatu saat nanti gue bisa memperbaiki negeri ini menjadi lebih baik.

Gue pun akhirnya membuang sampah rumah tangga itu ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pagi itu gue melihat Pak Rahmat. Dia adalah orang yang mengelola sampah di tempat pembuangan itu. Pak Rahmat adalah orang yang sangat baik, murah senyum dan ia sangat gemar memelihara kumisnya hingga lebat. 

"Assalamu'alaikum, pak ini punten ada sampah dari rumah." Kata gue.

Pak Rahmat yang gemar memelihara kumis itu hanya tersenyum. Kumisnya lebat sekali. Saking lebatnya bahkan saat ia tersenyum, gue hanya melihat kumisnya saja yang bengkok.

"Wa'alaikumsalam, iya simpen aja disana." Katanya sambil menunjuk tempat gue berdiri. "Nanti saya urus. Terima kasih ya dek." Lanjutnya.

"Sama-sama, pak. Wah tapi harusnya saya pak yang bilang terima kasih. Sudah mengurus sampah  kami. Padahal, kami tidak pernah mengurus sampah bapak." Kata gue.

Pak rahmat hanya bisa tersenyum.

Gue akhirnya meninggalkan Pak Rahmat dan langsung berangkat ke sekolah.

Di angkot tiba-tiba terbesit sebuah pertanyaan yang membuat gue menjadi lebih menghargai tukang sampah. Pertanyaan itu adalah...

"Gimana kalau semua tukang sampah di seluruh dunia bosan dengan pekerjaannya dan sampai akhirnya dunia ini tidak ada orang yang berprofesi sebagai tukang sampah?"

Pernah gak sih kalian berpikir, kalau gak ada tukang sampah bagaimana?

Selama ini kita asik-asik aja beli barang dan membuang sampah bekasnya secara seenaknya. Buang sampah seolah tanpa pikiran "Nanti setelah gue buang sampah, sampah ini bakal diapain ya?". Contoh kecilnya aja disekolah lo atau mungkin bagi yang sudah kerja di kantor lo pernah gak sih kepikiran semua sampah-sampah yang udah lo buang itu siapa yang angkutnya sampai ke TPA. Emang itu sampah terbang sendiri ke TPA? Sampahnya tiba-tiba punya sayap gitu terus malem-malem ketika semua udah tidur beterbangan ke TPA.

Enggak lah.

Kita cuma tau pokoknya dateng lagi kesana sampah semuanya udah bersih. Tong sampah semua kosong. Siap untuk diisi kembali dan kita sendiri gak peduli siapa yang angkut sampah itu, siapa yang mengelola sampah itu. Kita semua bisa dibilang tidak peduli dengan sampah.

Mirisnya di Indonesia, masih banyak banget orang yang membuang sampah sembarangan. Gak peduli akan akibatnya. Gak peduli siapa yang akan membersihkannya. Giliran udah dateng banjir aja yang disalahin pemerintah. Aduh, manusia.



WAKE UP, GUYS! IT IS 2016. Udah gak jaman lagi buang sampah sembarangan.

Jangan cuma sibuk dengan apa yang kalian kerjain. Pikirkan juga soal lingkungan sekitar kalian.  Ayo sayangi lingkungan kalian dan kita buat Indonesia menjadi negara yang bersih dan bebas dari sampah!

Jaman sekarang, banyak orang yang berpikiran bahwa "Gak mungkin kita buat Indonesia jadi bersih lagi. Udah gak ketolong.". Well, ITU SEMUA SALAH. YES, WE CAN! KITA SEMUA BISA MEMBUAT INDONESIA MENJADI NEGARA TERBERSIH!

Kita gak perlu langkah besar-besaran untuk membuat semua itu terwujud. Kita cuma perlu langkah kecil yang bisa kita lakukan untuk diri kita sendiri yaitu kesadaran akan mencintai lingkungan sekitar kita. Ketika kita sudah sadar akan lingkungan sekitar otomatis lingkungan sekitar kalian juga akan bersih dan terjaga. Gak perlu seluruh Indonesia kalian bersihkan. Cukup mulai dari kota kalian masing-masing saja.

Inget, kota kalian aja yang deket. Jangan seluruh Indonesia kalian bersihin. Capek, bok.

Gue sendiri selalu memimpikan sebuah kota yang benar-benar ramah lingkungan. Kota yang aman dari sampah. Kota dengan taman yang banyak. Lingkungannya sejuk banyak pohon. Gue selalu membayangkan semua hal itu. Karena, sebagai penulis, gue hanya dapat bisa menulis dengan asik kalau lingkungan sekitar gue udah bersih.

Gue sendiri, setiap mau menulis blog di http://rifqiakram.blogspot.com, gue selalu memperhatikan lingkungan sekitar gue atau workspace menulis gue. Dari mulai kebersihan sampai kerapihan. Karena, jujur, kalau gue menulis dengan keadaan lingkungan sekitar gue kotor, gue tidak pernah bisa konsentrasi menulis. Tulis satu paragraf - hapus - tulis satu paragraf - hapus. Gitu aja terus sampe Monalisa punya anak dua.

Makanya, setiap gue menulis gue pasti cari tempat yang asik dan tentunya bersih. Gue yakin kalau kalian juga penulis, pasti kita merasakan hal yang sama.

Jadi, sekarang gue tanya...

Siapkah kalian merealisasikan kota ramah lingkungan kalian sendiri?

Don't let your dream just be dream, guys! :)